Tak Ada Pasokan Air, Petani di Cirebon Khawatir Gagal Panen

Petani di Cirebon mulai mengeluhkan tiadanya pasokan air untuk sawah. Mereka khawatir gagal panen.

Tak Ada Pasokan Air, Petani di Cirebon Khawatir Gagal Panen
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Petani di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, sedang melihat pompa air yang dipakai untuk mengairi sawahnya, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Memasuki musim kemarau pada musim tanam kedua ini petani di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, mulai mengalami kesulitan air.

Untuk bisa melakukan persemaian benih padi, mereka terpaksa harus bergotong royong untuk melakukan pompanisasi air dari sungai setempat.

Untuk setiap satu hektare sawah, petani harus merogoh kocek Rp 1,2 juta untuk mengairi sawahnya.

Seorang petani Desa Jagapura Wetan, Casma (55), mengatakan, kondisi tersebut terus terjadi setiap tahun saat memasuki musim kemarau.

Saat ini, mesin pompa yang digunakan baru satu unit dari empat yang direncanakan akan dipasang di sungai tersebut.

Dalam satu hari, kapasitas satu mesin pompa air hanya mampu mengairi 5 hektare sawah.

Padahal, kata Casma, luas lahan persawahan di desa Jagapura Wetan mencapai 500 hektare.

Untuk bisa mengairi luas keseluruhan lahan tersebut, sedikitnya harus ada 10 pompa air.

"Walaupun harus pakai pompa juga enggak apa-apa asal airnya ada. Ini, kan, pompa yang dipasang baru satu, kalau empat pompa sudah dipasang semua, dalam satu bulan juga air sudah habis kalau tidak ada air yang masuk dari Bendungan Rentang. Itu keluhan utama petani di sini setiap tahunnya," kata Casma saat ditemui di sawah miliknya, Selasa (18/6/2019).

Halaman
12
Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved