Breaking News:

Program RHL Terus Meningkat, Pengembangan Wisata di Bandung Utara Pun Selalu Jaga Kelestarian Hutan

Perkembangan objek wisata hutan di kawasan hutan Bandung Utara dipastikan tidak mengganggu sumber daya dan kelestarian hutan serta tak menghambat RHL

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
tribun jabar/dedy herdiana
Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin saat menggelar konferensi pers di kantor Perhutani KPH Bandung Utara, Selasa (18/6/2019). 

"Saya pastikan tidak ada yang menyalahi aturan. Karena di lokasi pun kami menempatkan petugas pengawas. Kami pun pasti akan menghentikan kegiatan pembangunan wisata, jika melebih dari 10 persen dari lahan yang diperbolehkan," kata Komarudin.

“Kami juga pastikan tidak ada pohon yang ditebang secara sengaja untuk kepentingan objek wisata. Kalaupun ada yang dirobohkan itu sifatnya darurat demi keselamatan jiwa. Itupun tindakannya berdasarkan pertimbangan banyak pihak,” ujarnya menambahkan.

Disebutkan Komarudin, ada banyak manfaat yang didapat dari pemanfaatan hutan menjadi objek wisata. Baik dari sisi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

Di antaranya penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, diversifikasi kesempatan berusaha, pengembangan ekonomi wilayah, peningkatan pendidikan masyarakat, dan perubahan orientasi nilai budaya.

“Kami juga tidak menutup mata dampak negatifnya juga ada, seperti banyaknya sampah dan kemacetan lalu lintas. Tapi itu selalu kami upayakan langkah antisipasi dan koordinasi dengan para pihak semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak negatif itu,” paparnya.

Secara terbuka, Komarudin juga menjelaskan bahwa hingga sekarang ini ada 23 objek wisata yang dikelola Perhutani KPH Bandung Utara yang sebagian besarnya dikelola bersama masyarakat sekitar hutan, sedangkan sebagian kecilnya kerja sama bersama pihak swasta.

“Kami bekerja sama dengan pihak swasta dengan berbagai alasan, di antaranya karena Perhutani dan LMDH memiliki keterbatasan dalam modal. Selain itu konsep dan pengetahuan tentang pengelolaan wisata pun ternyata pihak swasta lebih baik dan terbukti banyak obyek wisata alam yang dikerjasamakan dengan swasta berkembang baik,” katanya.

Sementara terkait program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) 2019 yang dinilai akan terhambat karena adanya perkembangan obyek wisata alam, Komarudin memastikan bahwa program dari KemenLHK itu tidak terganggu sama sekali dan akan berjalan dengan baik. Terlebih keberadaan kawasan hutan di tempat wisata tetap dilestarikan.

"Saya pastikan fungsi hutan lindung tetap bisa berjalan dengan baik," katanya.

Keberhasilan RHL ini, kata Komarudin bisa terlihat dalam perkembangannya setiap tahun yang pemeriksaannya dilakukan oleh pihak luar yakni oleh pihak Unwim atau IPB yang ditunuk oleh BPDASHL.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved