Pemkab Bandung Klaim 83 Persen Jalan Status Kabupaten Dalam Kondisi Mantap

Dinas PUTR Kabupaten Bandung pastikan, 83 persen jalan berstatus kabupaten di Kabupaten Bandung, dalam kondisi mantap.

Pemkab Bandung Klaim 83 Persen Jalan Status Kabupaten Dalam Kondisi Mantap
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Kondisi perlintasan kereta api di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Selasa (19/2/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( Dinas PUTR) Kabupaten Bandung pastikan, 83 persen jalan berstatus kabupaten di Kabupaten Bandung, dalam kondisi mantap.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpum Tribun Jabar, jumlah jalan berstatus kabupaten ada 448 jalan dan keseluruhannya memiliki panjang, 1.155 kilometer (km).

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Agus Nuria, mengatakan, dari total 83 persen total yang sudah dalam kondisi mantap, sebesar 70 persennya dibangun menggunakan teknik betonisasi, sehingga cenderung lebih kuat dibandingkan hotmix.

"Tingkat lalu lintas di jalan kabupaten semakin tinggi. Yang awalna hanya dilewati roda dua, kini bisa dilalui roda empat, karena telah diperbaiki," kata Agus kepada Tribun Jabar di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/6/2019).

Tingkat Lalu Lintas Tinggi Jadi Salah Satu Alasan Jalan Raya Majalaya-Rancaekek Dilebarkan

Agus mengatakan, pada 2021 atau akhir masa jabatan Bupati Bandung, Dadang M Naser, 90 persen jalan status kabupaten harus dalam kondisi mantap, sehingga mobilisasi masyarakat bisa terus berjalan.

"Yang kondisinya baik harus pertahankan, sedangkan kondisi sedang, harus ditingkatkan," kata Cecep.

Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Kabupaten Bandung, Cecep Mulyana, mengatakan, yang masih dalam kondisi rusak hanya sebesar 17 persen atau sekitar 134 kilometer, sebanyak 17 persen tersebut akan perbaiki menggunakan kontruksi beton.

Tertunda, Proyek Pelebaran Jalan Raya Majalaya - Rancaekek Tertunda Masih Proses Lelang

Cecep menambahkan, untuk anggaran pembangunan jalan beton, jauh lebih membengkak dibidangkan dengan pembangunan jalan menggunakan sistem hotmix.

"Memang secara biaya bengkak, tetapi beton biaya pemeliharaan lebih sedikit, sedangkan hotmix setiap tahunnya harus dilakukab perbaikan karena mengelupas," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved