KNKT Turut Tangani Kecelakaan Maut Tol Cipali KM 150

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) juga turut menangani peristiwa yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

KNKT Turut Tangani Kecelakaan Maut Tol Cipali KM 150
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Pimpinan Investigasi KNKT, Achmad Wildan, saat ditemui di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon pada Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR, CIREBON - Kecelakaan maut di Tol Cipali KM 150 hingga kini masih dalam proses penyelidikan petugas kepolisian.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) juga turut menangani peristiwa yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

Selain mengecek kondisi kendaraan dan lokasi kejadian yang masuk wilayah Kabupaten Majalengka, Tim Investigasi KNKT juga mendatangi RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon pada Selasa (18/6/2019) siang.

Pimpinan Investigasi KNKT, Achmad Wildan, mengatakan, kedatangan timnya itu untuk meminta keterangan kepada para korban kecelakaan maut tersebut.

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi Kecelakaan Maut Tol Cipali KM 150, Begini Kata Kasat Lantas

"Kami sudah cek busnya, dan dari hasil investigasi sementara kondisinya baik," kata Achmad Wildan kepada Tribun Jabar, Selasa (18/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Tim Investigasi KNKT juga tampak berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dari mulai jajaran Polres Majalengka hingga manajemen RS Mitra Plumbon.

Selain itu, para petugas KNKT juga terlihat menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Plumbon.

Amsor Pemicu Tabrakan Maut di Tol Cipali Masih Dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon, Kritis

Dalam kesempatan itu, Wildan menjelaskan mengenai perbedaan proses investigasi yang dilakukan kepolisian dan KNKT.

"Kalau kepolisian langsung pada UU 22 tahun 2009 tentang siapa yang paling bertanggung jawab dalam sebuah kecelakaan," ujar Achmad Wildan.

Sementara investigasi KNKT langsung mengarah pada bagaimana agar kecelakaan serupa tidak terulang lagi.

Karenanya, menurut dia, ada dua titik fokus investigasi yang dilakukan KNKT, yakni aktif safety dan pasif safety.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved