Selasa, 28 April 2026

Begini Reaksi Bupati Bandung Saat Tahu Ada Warganya Masih BAB di Empang dan Sungai

Dari 576 Kepala Keluarga sekitar 35 persen warga RW 08 Kampung Cikawung, Kelurahan Wargamekar, Baleendah, Kabupaten Bandung BAB di kolam dan sungai

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
35 persen warga Kampung Cikawung Baleendah masih BAB di kolam atau sungai 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Bupati Bandung Dadang M Naser kesal masih ada warganya yang tidak memiliki MCK (Mandi cuci kakus) sehingga harus BAB ( Buang Air Besar) di empang (kolam) dan sungai.

"Minggu ini harus ada gerakan, minggu ini saya kesana. Ini reaktif, anggaran ada di kelurahan, kenapa tidak inovatif. Seminggu harus selesai," ujar Dadang seusai ditemui di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung Soreang, Selasa (18/6/2019).

Sebelumnya dari 576 Kepala Keluarga masih ada sekitar 35 persen warga RW 08 Kampung Cikawung, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung yang masih membuang air besar (BAB) di empang dan sungai.

Menanggapi hal itu bupati akan menerjunkan dinas terkait ke lapangan. Pihaknya berjanji akan membangunkan MCK umum untuk warga Kampung Kawung Kelurahan Wargamekar.

"Terimakasih informasinya. Minggu ini harus segera selesai, telepon camat dan lurahnya sekarang," kata Dadang kepada sekpri di Rumah Jabatan Bupati Bandung tadi siang.

35 Persen Warga Kampung Cikawung Baleendah Masih BAB di Kolam atau Sungai, MCK-nya Sedikit

Bahkan Bupati sempat kaget saat melihat foto tempat BAB yang dibuat di atas empang yang dibangun menggunakan material seadanya dan hanya ditutupi menggunakan asbes dan baliho bekas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Erwin Rinaldy mengatakan, akses sanitasi di Kabupaten Bandung hingga saat ini sudah mencapai 72 persen.

"Kami respon kalau ada masukan dari kewilayahan baik dari kelurahan maupun desa. Semua masukan dari siapapun kita tampung kita tindaklanjuti karena sudah masuk prioritas kalau sanitasi ini," tuturnya di Rumah Jabatan Bupati tadi siang.

Menurutnya hal itu nantinya bisa diusulkan di program reguler musrembang dan program lainnya. Penanganan sanitasi ini akan ditanggulangi segera oleh Disperkimtan baik di desa maupun di kelurahan.

"Air bersih dan sanitasi pelaksanaannya melibatkan masyarakat jadi perlu adanya komitmen dari masyarakat karena fasilitas itu setelah terbangun akan dikelola oleh masyarakat. Untuk air bersih melalui kelompok pengelola air bersih kalau sanitasi melalui kelompok pengelola sanitasi," tuturnya.

Pemkab Bandung Klaim 83 Persen Jalan Status Kabupaten Dalam Kondisi Mantap

Diakui Erwin selama ini yang menjadi faktor penghambat masih adanya masyarakat yang membuang air besar ke empang dan sungai adalah mindset (pola pikir) warga yang sulit diubah. Kemudian selain itu sulitnya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas yang dibangunkan oleh pemerintah tersebut.

"Faktor penghambat sanitasi adalah maindset yang harus dirubah. Kedua setelah dibangun sarana fasilitas itu seperti komunal harus dikelola nanti iuran warga, nah ini belum jalan, beda dengan air bersih bayar dapat air bersih," pungkasnya. (mud)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved