7 Pembunuh Bayaran Disewa untuk Habisi Satu Keluarga Pensiunan Polisi, Gara-gara Sengketa Tanah

Serikat Tarigan diamankan kepolisian, Sabtu (15/6/2019), bersama enam pelaku lainnya di beberapa lokasi yang berbeda.

Tribun Medan/Dohu Lase
Bangkit Sembiring terbaring lemas di ranjang IGD RSUD Sidikalang ditemani anak sulungnya (tengah) saat ditemui Tribun Medan, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, DAIRI - Serikat Tarigan, pelaku percobaan pembunuhan terhadap satu keluarga di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Jumat (31/5/2019), akhirnya ditangkap.

Serikat Tarigan diamankan kepolisian, Sabtu (15/6/2019), bersama enam pelaku lainnya di beberapa lokasi yang berbeda.

Sementara satu pelaku lain yakni Bambang Harianto yang diamankan di rumahnya di Dusun Pakel Desa Selamat Kecamatan Tenggulu, Kabupaten Tamiang.

Diketahui sebelumnya, pelaku menyatroni rumah korban, Bangkit Sembiring (59), dan berusaha melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan bahwa motif pembunuhan adalah sengketa lahan 1,5 hektar.

"Motifnya adalah dendam yang dilatarbelakangi karena sengketa masalah pertanahan," kata Agus Senin (17/6/2019).

"Korban menguasai lahan yang 1,5 hektar dan terjadi silang sengketa dengan ipar pelaku," tambahnya.

Dijelaskan oleh Agus, otak pembunuhan adalah Serikat Tarigan yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan korban.

Lantaran dendam, Serikat Tarigan merencakan percobaan pembunuhan sejak Maret 2019.

Ia mendapat limpahan dari iparnya untuk mengurus masalah sengketa tanah dengan korban.

Data Manifes Penumpang KM Arim Jaya Tak Jelas, Polisi Pastikan Lebih dari 50 Orang

Sudah 15 Korban Tewas Ditemukan dari Insiden Kapal Tenggelam di Sumenep

Ia kemudian menyewa pembunuh bayaran senilai Rp 50 juta untuk melakukan pembunuhan.

"Uang tersebut juga digunakan untuk membeli peralatan atau senjata tajam, dan menyewa mobil. Ini motif dendam, dari tiga pelaku diberi tindakan tegas karena melawan petugas. Bahkan anak korban berusia 10 tahun dipukul dengan martil," urai Agus.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved