Hujan Sudah Sebulan Tak Turun, Petani Ujungjaya Sumedang Mulai Cemas

Menurutnya, hujan terakhir di Ujungjaya awal Mei lalu dan sampai saat ini hujan tidak ada lagi hingga membuat petani cemas terancam kekeringan.

Hujan Sudah Sebulan Tak Turun, Petani Ujungjaya Sumedang Mulai Cemas
TRIBUN JABAR/DEDDI RUSTANDI
Lokasi panen raya di Kulinyar, Desa Kudangwangi, Ujungjaya, Kamis (19/3). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Hujan yang tidak turun lagi membuat petani di Ujungjaya, Sumedang cemas.

Saat ini ratusan hektare sawah milik mereka terancam kekeringan akibat hujan tak kunjung turun.

Bulan Mei dan Juni di Ujungjaya sudah memasuki masa tanam kedua.

Ketua Kelompok Tani Patok Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya Sukendar meneyebutkan kekeringan biasanya terjadi saat musim tanam padi ketiga.

"Biasanya kekeringan terjadi pada musim tanam padi ketiga, rentan waktu antara bulan Agustus sampai Septemper. Tapi sekarang baru Juni juga sudah mulai kering," kata Sukendar, Minggu (16/6).

Menurutnya, hujan terakhir di Ujungjaya awal Mei lalu dan sampai saat ini hujan tidak ada lagi hingga membuat petani cemas terancam kekeringan.

“Petani menanam padi sudah sesuai jadwal yang dilakukan setiap tahunnya. Para petani tidak menyalahi aturan musim tanam yang biasa dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan, para petani cemas kalau kekeringan.

“Dulu seperti ini terjadi tahun 2015. Kami terus berupaya untuk berusaha bisa mengairi sawah dengan berbagai cara seperti mulai memperbaiki sumur pantek, menyedot air dari Sungai Cimanuk dan Cipelang yang melintasi Ujungjaya,” katanya.

Sungai Cimanuk sendiri melintasi Kecamatan Ujungjaya naumun sungai terbesar di Sumedang ini letaknya berada di bawah hamparan pesawahan sehingga airnya harus dipompa.

Halaman
12
Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved