10 Desa di Kabupaten Cirebon Masih Masuk Zona Rawan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Cirebon, Muhidin, menegaskan kepada siapapun yang desanya masuk dalam kategori sebagai daerah rawan pan

10 Desa di Kabupaten Cirebon Masih Masuk Zona Rawan Pangan
Tribun Jabar/ Seli Andina Miranti
ilustrasi sawah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Cirebon, Muhidin, menegaskan kepada siapapun yang desanya masuk dalam kategori sebagai daerah rawan pangan tidak tersinggung.

Ia mengatakan pihaknya telah memiliki alat ukur untuk menentukan hal tersebut.

Di Kabupaten Cirebon, saat ini sudah terdapat 10 desa yang masuk ke dalam kategori desa rawan pangan.

"Mestinya semua itu menjadi perhatian bersama untuk segera diatasi. Bukan malah menjadi tersinggung ketika dinyatakan sebagai daerah rawan pangan," kata Muhidin saat ditemui di Sumber, Cirebon, Minggu (16/6/2019).

Dua Warga di Cianjur Sudah Merasa Sejahtera, Pilih Mundur & Menolak Diberi Bantuan Pangan Non-Tunai

Dia menambahkan, desa yang berdekatan dengan pusat pemerintahan seperti Desa Cempaka, Kecamatan Talun hasil perhitungannya menempatkan desa tersebut sebagai desa rawan pangan.

"Di sana tidak ada tenaga medis, akses jalan minim, angka rumah tangga miskin masih banyak. Itu salah satu kriterianya," kata dia.

Adapun kriteria suatu desa masuk kategori daerah rawan pangan di antaranya yaitu terjadi selisih yang terlalu jauh antara ketersediaan lahan pertanian dengan jumlah penduduk, minimnya ketersediaan sarana ekonomi, semisal toko dan warung, minimnya tenaga medis, tidak adanya akses jalan, tidak adanya air bersih, serta pendidikan rendah.

"Tidak perlu heran ketika dari kriteria tersebut banyak yang masuk. Maka dipastikan desa tersebut masuk sebagai desa rawan pangan," katanya.

Oleh karena itu, DKP mengharapkan ada payung hukum dalam bentuk perda agar ke depan penanganan rawan pangan tepat sasaran.

“Kira-kira dari 412 desa di Kabupaten Cirebon, berapa desa yang masuk kategori rawan pangan. Target penanganannya berapa tahun,” kata dia.

Untuk menyelesaikannya, kata dia, minimal setiap desa memiliki lumbung desa.

"Saat ini, untuk anggarannya itu sudah ada di desa. Mengadakannya hanya butuh kesediaan untuk menyisihkan 10 persen anggaran itu untuk lumbung desa," ucapnya.

Musim Kemarau, Kebakaran Meningkat di Kabupaten Cirebon, Bulan Juni Ada 6 Peristiwa

Pemkot Cirebon Pekan Depan Kirim Utusan ke Pemprov Jabar, Koordinasi Berkas DED Alun-Alun Kejaksan

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved