Susno Duadji Kini Sederhana, Makan Nasi Bungkus Lesehan di Tanah, Hidup di Desa Blusukan ke Hutan

Kini Susno Duadji hidup tentram di pedesaan. Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini tinggal di kampung halamannya, di Sumatera Selatan.

Susno Duadji Kini Sederhana, Makan Nasi Bungkus Lesehan di Tanah, Hidup di Desa Blusukan ke Hutan
Kolase Tribun Jabar (Instagram/susno_duadji dan Tribunnews)
Hidup Susno Duadji kini sederhana, mantan Kabareskrim ini tinggal di desa. Makan lesehan di atas tanah dan blusukan ke hutan. 

Dulu Susno Duadji Sosok Kontroversial

Sosok Susno Duadji menuai kontroversi sejak kisruh dua institusi, yakni KPK dan Polri.

Jenderal bintang tiga ini pula yang melontarkan istilah Cicak Vs Buaya.

Analogi cicak vs buaya itu pertama kali diucapkan Susno Duadji saat diwawancarai awak media.

Kala itu, pada 2009, Susno Duadji menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Namun, pernyataannya justru mengundang reaksi publik yang signifikan.

Ujungnya, istilah Cicak Vs Buaya ini menjadi kasus besar di antara Polri dan KPK.

Nama Susno Duadji pun ikut terseret setelah membuat pengakuan bertemu dengan Anggoro Widjojo.

Tak berhenti di situ, kontroversi Susno Duadji yang dramatis itu membuat dirinya pun tersangkut kasus hukum.

Mulai dari kasus PT Salmah Arowana Lestari hingga pengamanan Pilgub Jabar.

Susno Duadji, jenderal kontroversial di Indonesia yang kini jadi petani
Susno Duadji, jenderal kontroversial di Indonesia yang kini jadi petani (Kolase Tribun Jabar (Tribunnews dan Instagram/susno_duadji))

Sejumlah kontroversi yang timbul dari sosok Susno Duadji ini membuat namanya terkenal di muka publik.

Tak berhenti di situ, kontroversi Susno Duadji yang dramatis itu membuat dirinya pun tersangkut kasus hukum.

Mulai dari kasus PT Salmah Arowana Lestari hingga pengamanan Pilgub Jabar.

Sejumlah kontroversi yang timbul dari sosok Susno Duadji ini membuatnya namanya terkenal di muka publik.

Namun, sosoknya kini hilang dari sorotan publik. Susno Duadji tak lagi menjadi penegak hukum.

Ia memilih kembali ke kampung halaman dan mengadu nasib menjadi seorang petani.

Penulis: Widia Lestari
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved