Kurangi Angka Pengangguran, Disnakertrans Purwakarta Gelar TKM

Disnakertrans Purwakarta melakukan sejumlah langkah guna mengurangi jumlah pengangguran di Purwakarta yang sudah cukup tinggi saat ini

Kurangi Angka Pengangguran, Disnakertrans Purwakarta Gelar TKM
TRIBUN JABAR / AHMAD IMAM BAEHAQI
Ilustrasi: Job Fair 2018 di Kota Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta melakukan sejumlah langkah guna mengurangi jumlah pengangguran di Purwakarta yang sudah cukup tinggi saat ini.

Salah satu langkah tersebut yaitu dengan cara jemput bola, melakukan penyisiran mencari warga pada usia produktif yang belum bekerja untuk dijadikan tenaga kerja mandiri (TKM).

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans‎ Kabupaten Purwakarta, Tuti Gantini menjelaskan program TKM ialah untuk melatih warga memiliki keterampilan bekerja.

"Mereka dilatih menjahit, beternak dan lainnya, sehingga mereka tetap memiliki penghasilan secara mandiri," saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta pada Sabtu (15/6/2019).

Pada tahun ini program TKM ada di lima daerah dengan salah satunya yaitu warga di Desa Cadassari, Tegalwaru, Purwakarta.

Susno Duadji Kini Sederhana, Makan Nasi Bungkus Lesehan di Tanah, Hidup di Desa Blusukan ke Hutan

Selama pelatihan tersebut, Tuti menyebut para peserta diberi uang saku, termasuk makan dan minum yang berlangsung tiga hari.

"Tidak sekedar pelatihan, mereka juga diberi bantuan berupa alat praktek. Jadi, yang minatnya menjahit, kami kasih mesin jahit, yang berniat berternak kami kasih domba," ucap dia.

Meski program tersebut akan cukup membantu perekonomian masyarakat, tidak semua warga bisa mengikuti pelatihan TKM.

Selain itu, kuota pada setiap program dan desa hanya untuk 20 orang, hal itu berdasarkan perintah dari Pemerintah Pusat.

Ini Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2019- Quartararo Tercepat, Rossi ke-5, Posisi Berapa Marquez?

Padahal program pengentasan pengangguran itu, kata Tuti minat terhadap mengikuti program TKM ini cukup tinggi.

"Karena tujuan utama program ini untuk meningkatkan taraf ekonomi. Sasarannya ini kepada yang masih usia produktif, antara 19 sampai 29 tahun," ujarnya.

Karena tujuannya yang cukup positif dan bermanfaat langsung terhadap masyarakat, program ini diharapkan Tuti untuk terus berlanjut.

Sekaligus diharapkan kuota bantuan peserta untuk Purwakarta bisa bertambah.

Tujuannya untuk meminimalisir dan berganti dengan warga yang produktif dan memiliki penghasilan sendiri.

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved