Disebut Ada Polisi Taliban dan Polisi India di KPK, Ini Penjelasan Pimpinan KPK

Selain itu, Saut menjelaskan, KPK memiliki deputi khusus yang berfungsi menjaga soliditas pegawai KPK.

Disebut Ada Polisi Taliban dan Polisi India di KPK, Ini Penjelasan Pimpinan KPK
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menilai gejolak yang terjadi di dalam KPK merupakan dinamika wajar di setiap organisasi maupun lembaga.

Salah satu pimpinan KPK jilid IV ini menyebut narasi soal permasalahan internal KPK, bukan sesuatu yang di luar batas wajar.

"Sebagaimana yang di-framing publik, seolah ada polarisasi, saya menilainya masih dalam batas dinamika (aksi reaksi) kelompok atau pribadi, dengan itu sekaligus (merupakan) indikator bahwa check and balances hadir di lingkungan pegawai KPK," kata Saut kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Pernyataan Saut berkaitan dengan apa yang disampaikan Ketua Presidium dari Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang menyatakan isu internal di KPK layaknya polisi Taliban dan polisi India.

Neta menyayangkan konflik yang terjadi di internal KPK tersebut lantaran ketidaktegasan pimpinan KPK.

"Katanya ada polisi India dan ada polisi Taliban. Ini kan berbahaya. Taliban siapa? Kubu Novel (penyidik senior KPK, Novel Baswedan). Polisi India siapa? Kubu non-Novel. Perlu ada ketegasan komisioner untuk menata dan menjaga soliditas institusi ini," kata Neta.

Saut menjelaskan, selama ini penyidik Polri yang ada di KPK memang menunjukkan gaya yang berbeda dalam melakukan kerjanya.

Bambang Widjojanto Sebut Kenaikan Gaji PNS Termasuk Kecurangan TSM Jokowi Pengaruhi Pemilih

Misteri Dalang Besar Rusuh 22 Mei, IPW Sebut Keluarga Cendana, Polri & Moeldoko Pernah Bilang Begini

Namun, itu bukan berarti serta merta mengubah upaya KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Pada pokoknya (mereka) berintegritas. Bisa dilihat dari indikator kinerja utama, yakni dalam laporan tahunan KPK jelas bahwa penyidik KPK itu perform," ujar Saut.

Menurutnya, walaupun ada perbedaan cara dalam bekerja, pimpinan KPK tetap memegang kendali secara penuh terkait dengan nilai-nilai pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

"Pimpinan berlima secara kolektif kolegial terus memegang kendali value pemberantasan dan pencegahan korupsi yang sudah tumbuh di KPK," tegasnya.

Selain itu, Saut menjelaskan, KPK memiliki deputi khusus yang berfungsi menjaga soliditas pegawai KPK.

"Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) dapat memeriksa siapa saja, termasuk pimpinan KPK bila ada kode etik dan batas kepatutan yang dilanggar insan KPK," katanya.
Saut menguraikan, dinamika dalam institusi pemerintah akan selalu terjadi sampai kapan pun.

"Namun, yang utama, petugas dan penyidiknya tetap bekerja, sebab kalau tidak bekerja mereka bisa tidak digaji karena KPI (Key Performance Indikator)-nya jelas," pungkas Saut.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved