Sempat Jadi Korban Gempa dan Tsunami Palu, Begini Kabar Pasha Ungu Sekarang
Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu sempat terpukul akibat tsunami Palu dan gempa Donggala.
TRIBUNJABAR.ID - Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu sempat terpukul akibat gempa dan tsunami Palu.
Bencana besar yang merenggut nuasa korban di wilayah yang dipimpinnya, terjadi pada 28 September 2018.
Bukan hanya menelan korban, kondisi Kota Palu pun jadi porak poranda akibat guncangan gempa dan hantaman tsunami Palu.
Pada kondisi darurat itu, Pasha Ungu dan istrinya, Adelia Wilhelmina sampai tidur di pengungsian karena banyak gempa susulan.
Keduanya bahkan mati-matian mengurus para korban.
Pasha Ungu ikut turun tangan mengevakuasi korban dan mengurus bantuan.
Mulai dari menggotong jenazah hingga mengangkut galon, menyopiri mobil pick up.
Aktivitasnya itu kerap dibagikan melalui akun Instagram.
Meskipun sulit sinyal, Pasha Ungu secara berkala memberikan kabar dari daerah bencana.
Kini sudah delapan bulan tsunami Palu berlalu.
Pasha Ungu pun membagikan gambar ucapan selamat Idul Fitri 1440 H.
Pada gambar itu, tampak potret dirinya dan sang istri.
"Selamat lebaran untuk dunia," tulis Pasha Ungu.
Hingga kini, politisi yang juga musisi itu tetap menunaikan tugasnya sebagai kepala daerah.
Pada postingan terbarunya, ia membagikan foto suntingan yang menunjukkan dirinya sebagai wakil wali kota sekaligus vokalis band Ungu.
Seragam dinasnya memang tak pernah lepas dari tugas negara yang diembannya.
Ia tetap beraktivitas sebagai aparat pemerintah.
Sebelumnya, Pasha Ungu sempat gundah akibat tsunami Palu yang menelan warganya.
Pasca bencana, Pasha Ungu menjadi sorotan karena menangis dan bilang siap mundur dari jabatan wakil wali Kota Palu.
Hal ini disebabkan banyak pihak yang menghujat Pasha Ungu.
Mereka menuding Pasha Ungu tak maksimal mengurus korban gempa dan tsunami Palu.
Hal itulah yang membuat tangisan Pasha Ungu pecah.
Video Pasha Ungu bilang siap mundur dari wakil wali Kota Palu sambil menangis bahkan viral di media sosial.
"Saya secara pribadi sebagai wakil wali kota kalau memang dianggap tidak maksimal menjalankan pemerintahan, saya tidak ada masalah, saya siap diturunkan atau mengundurkan diri," kata Pasha Ungu, dikutip dari video Kompas TV.
Pasha Ungu mengaku tak peduli atas berbagai hujatan yang ditujukan padanya.
Pasha Ungu pun tak mau pusing atas hinaan yang menyebutnya tak mampu.
"Saya secara pribadi tanpa membawa unsur-unsur pemerintah berusaha bekerja. Kalau setelah ini, saya (mundur), mungkin pak wali seperti apa nanti, bagaimana tanggap beliau, saya belum tahu," ujar Pasha Ungu dilansir dari Kompas.
Tidak hanya rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah ibadah, rumah sakit, bandara, dan fasilitas publik lain pun rusak parah akibat gempa dan tsunami Palu.
Jaringan komunikasi, listrik, dan transportasi pun langsung lumpuh.
Akibat banyaknya kerusakan parah, warga Kota Palu pun terkena imbasnya.
"Boleh dikata aparatur pemerintah sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, kira-kira seperti apa yang kami harus lakukan," kata Pasha Ungu.
Pernyataan Pasha Ungu disertai derai air mata ini, disampaikan saat sela skors Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Palu, Sulawesi Tengah.
Pada rapat itu dibahas soal pemulihan Kota Palu pascagempa dan tsunami Palu.
Selain itu, dibahas pula soal anggaran untuk bantuan yang disalurkan pada korban gempa dan tsunami Palu.
Namun, rapat itu sempat berjalan alot karena ketidakhadiran Wali Kota Palu Hidayat.
Hal ini pula yang menyebabkan rapat tersebut diskors, meminta Wali Kota Palu Hidayat menjelaskan soal penanganan gempa dan tsunami Palu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasha-ungu_20181013_145944.jpg)