Terpopuler

Pengacara: Bapak Kivlan Zen Tidak Pernah Merencanakan Pembunuhan, Itu Adalah Hoaks

Hal itu disampaikan pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta, kepada wartawan, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/6/2019)

Pengacara: Bapak Kivlan Zen Tidak Pernah Merencanakan Pembunuhan, Itu Adalah Hoaks
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zen diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kabar mengenai Kivlan Zen merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional plus satu direktur lembaga survei adalah hoaks atau kabar bohong.

Hal itu disampaikan pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta, kepada wartawan, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/6/2019)

 "Bapak Kivlan Zen tidak pernah merencanakan pembunuhan. Itu adalah hoaks," kata Tonin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

 Sejarah Tim Mawar, Dulu Terkait Penculikan Aktivis, Kini Eks Anggota Disebut Terlibat Rusuh 22 Mei

Tonin mengatakan, saat ini pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zen Zen dengan tujuan Kivlan Zen dapat memberikan keterangan secara langsung terkait dugaan upaya pembunuhan tersebut.

Adapun Kivlan Zen ditahan di Rutan Guntur setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal.

"Kita sedang minta perlindungan hukum dan jaminan penqngguhan sehingga orang bisa tanya langsung ke Pak Kivlan Zen bagaimana ceritanya. Kalau Pak Kivlan Zen (yang memberikan kesaksian) langsung kan enak," kata Tonin.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian merilis peran tersangka Kivlan Zen dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional plus satu direktur lembaga survei.

Peran Kivlan Zen terungkap dari keterangan para saksi, pelaku dan sejumlah barang bukti.

Menurut polisi, Kivlan Zen diduga berperan memberi perintah kepada tersangka HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

Kivlan Zen memberikan uang Rp 150 juta kepada HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

Halaman
1234
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved