Pemohon SKCK di Polres Cimahi Membeludak, Sudah Dua Hari Anisa Belum Dapat Nomor Antrean

Setelah Lebaran, pemohon SKCK Polres Cimahi membeludak. Ada yang sudah dua hari belum dapat nomor antrean.

Pemohon SKCK di Polres Cimahi Membeludak, Sudah Dua Hari Anisa Belum Dapat Nomor Antrean
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Puluhan orang mengantre di Mapolres Cimahi untuk membuat SKCK. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pengajuan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Cimahi, setelah Lebaran 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Kamis (13/6/2019) di Mapolres Cimahi, tepatnya di gedung pendaftaran pembuatan SKCK, sejumlah orang yang akan membuat SKCK terlihat mengantre.

Kasat Intel Polres Cimahi, AKP Saefullah, mengatakan, setelah Lebaran 2019 dalam satu hari pihaknya bisa melayani pembuatan SKCK sebanyak 150 hingga 200 pemohon, sedangkan pada hari biasa hanya melayani 50 sampai 80 pemohon.

"Setelah Lebaran dan liburan panjang banyak yang mencari pekerjaan. Jadi mereka membutuhkan SKCK, sehingga pemohonnya membludak," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Kamis (13/6/2019).

Saat ini, kata dia, orang yang mengajukan pembuatan SKCK tersebut sekitar 80 persennya merupakan pemohon SKCK baru sedangkan yang memperpanjang SKCK hanya sekitar 20 persen.

Ia mengatakan, mereka yang mengajukan pembuatan SKCK tersebut akan digunakan untuk melamar pekerjaan dan mendaftar instansi pemerintahan, TNI, dan Polri.

Surat tersebut menjadi syarat yang memang harus dicantumkan saat melamar.

"Biasanya SKCK itu akan digunakan mereka untuk melamar pekerjaan. Jadi tidak ada pembatasan jam pendaftaran, hanya saja kalau melihat terlalu penuh kami setop dulu," katanya.

Pihaknya memastikan, proses penerbitan SKCK di Mapolres Cimahi, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, asalkan semua persyaratan seperti KTP, foto, dan surat pengantar dari polsek setempat sudah lengkap.

"Terkait biaya administrasi pembuatan SKCK, tetap Rp 30 ribu, tidak ada peningkatan," katanya.

Seorang pemohon SKCK, asal Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, Anisa Indah (18), mengatakan, ia sudah dua hari mengurus SKCK, tapi belum kebagian antrean karena saking membeludaknya pemohon.

"Saya sangat perlu SKCK untuk melamar pekerjaan dari kemarin memang banyak yang mengajukan, jadi masih penuh. Bahkan sejak pagi banyak yang mengantre" ucapnya.

Jelang Sidang Gugatan Pilpres 2019, Polres Cimahi Cegah Masyarakat Pergi ke MK

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved