Gaduh Pemilihan Rektor, Majelis Wali Amanat Unpad dan Kemenristek Dikti Digugat Rp 32 Miliar

Profesor Dr Atif Latipulhayat resmi menggugat Majelis Wali Amanat Unpad dan Kementerian Ristek Dikti.

Gaduh Pemilihan Rektor, Majelis Wali Amanat Unpad dan Kemenristek Dikti Digugat Rp 32 Miliar
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Profesor Dr Atif Latipulhayat diwakili advokat yang tergabung dalam aliansi Advokat Alumni Padjadjaran resmi menggugat Majelis Wali Amanat Unpad dan Kementerian Ristek Dikti. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Profesor Dr Atif Latipulhayat diwakili advkokat yang tergabung dalam aliansi Advokat Alumni Padjadjaran resmi menggugat Majelis Wali Amanat Unpad dan Kementerian Ristek Dikti.

Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor perkara 174/Pdt.G/2019/PN Bdg. Sidang perdana digelar pada Kamis (13/6/2019) dengan agenda pemeriksaan berkas.

"‎Hari ini kami mewakili Prof Dr Atip Latipulhayat hadir di sidang gugatan perbuatan melawan hukum. Berkas sudah disampaikan dan sudah lengkap cuma tadi pihak tergugat berkasnya belum lengkap sehingga majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mediasi," ujar Richi Aprian, kuasa hukum Prof Dr Atip Latipulhayat di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata.

‎Dalam berkas gugatan yang diterima Tribun, ‎gugatan itu berisi permintaan agar Majelis Wali Amanat tidak menghentikan proses persiapan pemilihan ulang Rektor Unpad sampai dengan perkara ini diputus dan memiliki kekuatan mengikat.

Majelis Wali Amanat Unpad dan Kementerian Ristek Dikti dianggap telah melanggar hukum. Keputusan Rapat Pleno Majelis Wali Amanat Unpad tanggal 13 April 2019 dinilai cacat hukum, tidak sah dan tidak mengikat.

Majelis Wali Amanat Unpad dan Kementristek Dikti digugat untuk secara tanggung renteng mengganti kerugian materiil Rp 32 miliar dan immateriil Rp 2 miliar.

Sidang Sengketa Pilpres 2019 Mulai Besok, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Tidak Pergi ke MK

Blitar United Akan Jajal Persib Bandung Sore Nanti Dalam Laga Uji Coba

Penggugat juga meminta agar para tergugat membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini secara tanggung renteng. 

"Pihak tergugat, satu Majelis Wali Amanat Unpad dan kedua Kemenristek Dikti," ujar Richi.

Pada sidang pertama tadi, majelis hakim yang diketuai Rifandaru E Setiawan, memeriksa kelengkapan berkas perkara dari penggugat maupun tergugat.

Hanya, majelis hakim menunda persidangan selanjutnya untuk memasuki tahapan mediasi dalam waktu 40 hari ke depan.

Jika selama mediasi tidak tercapai kesepakatan damai, maka sidang pemeriksaan pokok perkara akan dilanjutkan dengan memeriksa pokok gugatan yang disampaikan.

"Kita lihat prosesnya pada mediasi pekan depan. Besar harapan kami masalah seputar pemilihan rektor ini bisa selesai. Kami perlu tegaskan bahwa ini bukan karena Prof Atit tidak terpilih, tapi frame besarnya kami ingin proses pemilihan rektor Unpad ini sesuai aturan, tidak diintervensi pihak manapun, tidak tiba-tiba dihentikan dan bikin proses baru, seolah-olah proses lama tidak berlaku," ujar dia.

Prof Dr Atit merupakan satu dari delapan calon rektor yang mengikuti pemilihan. Dari delapan, menyisakan tiga calon kemudian dua,termasuk Atit.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved