Breaking News

Pilpres 2019

Andi Arief Berkicau Lagi, Singgung Bukti Gugatan Prabowo-Sandi di MK, Sebut Politik Saat Ini Dagelan

Kali ini, Andi Arief menyinggung soal materi gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo-Sandi.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Tarsisius Sutomonaio
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Politikus Partai Demokrat Andi Arief. 

TRIBUNJABAR.ID - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief berkicau lagi.

Kali ini, Andi Arief menyinggung soal materi gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi.

Andi Arief juga menyebut-nyebut soal pemilu kali ini yang hanya berisi 'dagelan'.

Awalnya, ia mencuitkan soal polarisasi bangsa.

Ia juga mempertanyakan soal kerusuhan hingga tudingan kepada mendiang Ani Yudhoyono.

"Sebetulnya mengapa bangsa ini harus terbelah, harus ada kampanye, mengapa harus ada kerusuhan dan upaya pembunuhan mencurigai Ibu Ani sakit sebagai pura-pura, harus memaki AHY sebagai penghianat, kalau pada akhirnya di ujung pertarungan hanya mempermasalahkan status BUMN," tulis @AndiArief_, Kamis (13/6/2019).

Andi Arief Ikut Bicara Soal Dugaan Keterlibatan Eks Tim Mawar, Fauka di Rusuh 22 Mei, Begini Katanya

Kemudian, Andi Arief menuliskan mengenai apa yang sebenarnya ditunggu rakyat pendukung 02.

Menurutnya, bukti yang harusnya diajukan ke Mahkamah Konstitusi adalah soal klaim kemenangan 62 persen, bukan soal jabatan di bank syariah.

"Apa yang ditunggu rakyat? Saya keliling daerah, rakyat menunggu 02 bawa bukti 62 persen seperti sudah dikemukakan Pak Prabowo."

"Ini menyangkut nama baik dan kredibilitas beliau."

"Mungkin statemen ini menyakitkan, tapi kenyataannya ini yang ditunggu. bukan soal bank Syariah," tulis Andi Arief.

Kemudian, Andi Arief juga menyebut pertaurngan politik saat ini hanya dagelan.

Tim Hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan perbaikan permohon sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (10/6/2019).
Tim Hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan perbaikan permohon sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (10/6/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Ia menuliskan, sejarah politik Indonesia sangat tidak baik dibaca untuk anak cucu.

"Sejarah politik Indonesia sangat tidak baik dibaca anak cucu, ketika pertarungan politik terbesar dalam pemilu saat ini hanya berisi dagelan dengan alasan yang selalu berubah. Sebetulnya otak dan pikiran itu terbuat dari apa?" tulisnya.

Di akhir cuitannya itu, Andi Arief menuliskan soal pembisik-pembisik Prabowo.

"Harus ada yang berani bicara pahit pada Pak Prabowo. Kesalahan membisik, bisa menjadi negatif."

Tangkapan layar Politikus Demokrat, Andi Arief
Tangkapan layar Politikus Demokrat, Andi Arief (Twitter)

"Seolah Pak Prabowo menuntut dengan segala cara untuk menang."

"Tuit-tuit saya mungkin tidak menyanjung, tapi mudah2an dalam suasana tenang layak dipikirkan," tulisnya.

Andi Arief Ungkap Dugaan Penyebab Prabowo-Sandi Kalah di Pilpres, Andre Rosiade: Enggak Usah Caper

Pesan Penting Prabowo

Jelang sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan pesan penting untuk para pendukungnya.

Pesan penting Prabowo dalam bentuk video jelang sidang di Mahkamah Konstitusi itu diunggah di akun Instagram @indonesiaadilmakmur. Apa isinya?

Prabowo mengakui, setelah dirinya dan Sandiaga Uno memutuskan untuk menyelesaikan persoalan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, ia bertekad untuk terus melakukan aksi-aksi damai.

"Mengenai penyelesaian terhadap hasil pemilihan umum yang ditetapkan oleh KPU, saya dan Sandiaga Uno telah memutuskan untuk menyerahkan persoalan ini dan penyelesainnya melalui jalur hukum dan konstitusional," katanya dilansir TribunJabar.id dari video, Rabu (12/6/2019).

Ketua tim kuasa hukum calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto ketika mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk mengajukan revisi berkas gugatan Pilpres dan mendaftarkan alat bukti tambahan pada Senin (10/6/2019).
Ketua tim kuasa hukum calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto ketika mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk mengajukan revisi berkas gugatan Pilpres dan mendaftarkan alat bukti tambahan pada Senin (10/6/2019). (Gita Irawan/Tribunnews.com)

"Dari awal saya dan Sandiaga Uno terus berpandangan dan bertekad untuk melakukan aksi-aksi damai menghindari semua kekerasan," lanjutnya.

Seandainya ada kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, Prabowo mengingatkan para pendukungnya untuk tetap melaksanakannya secara damai.

Pihak Prabowo-Sandi, katanya, sama sekali tak ingin ada kerusuhan apapun di Indonesia.

"Bukan seperti itu penyelesaian masalah bangsa dan negara yang kita inginkan. Karena itu saya bersama saudara Sandiaga Uno berharap semua pendukung kami selalu tenang, selalu sejuk. selalu damai, dan selalu berpandangan baik serta melaksanakan persaudaraan dan semangat kekeluargaan di antara sesama anak bangsa," ujar Prabowo.

Andi Arief Singgung Upaya SBY Pulangkan Prabowo dari Yordania Agar Jadi Capres

Termasuk ketika sidang berlangsung di Mahkamah Konstitusi, ia memohon agar para pendukungnya tak perlu berbondong-bondong hadir.

Ia memohon agar pendukungnya percaya kepada Prabowo-Sandi.

"Kami akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kami selalu memikirkan yang terbaik untuk kepentingan rakyat. Saudara-saudara sekalian saya mohon, percayalah kepada pimpinan," katanya.

"Kalau saudara merasa mendukung Prabowo-Sandiaga Uno, tidak perlu hadir di sekitar MK. Mungkin ada delegasi hanya sekedar menemani tim hukum, tidak perlu berbondong-bondong, tidak perlu dalam jumlah massa, untuk kita hindari fitnah dan provokator," kata Prabowo.

Andi Arief dan Prabowo
Andi Arief dan Prabowo (Twitter Mahfud MD dan Instagram Prabowo Subianto)

Di akhir video, Prabowo juga meminta para pendukungnya untuk percaya kepada hakim MK.

Menurutnya, pendukungnya harus menyikapi secara dewasa dan tenang apapun keputusannya.

"Percayalah kepada hakim tersebut. Apapun keputusannya. Kita sikapi dengan dewasa dengan tenang, dengan berpikir selalu kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

"Itu sikap kami, permohonan kami, terima kasih," sambung Prabowo.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved