KPU Purwakarta Sudah Kirimkan Berkas Pilpres terkait PHPU ke Mahkamah Konstitusi

Pembukaan segel dan kotak suara untuk pemenuhan alat bukti telah sesuai dengan PKPU Nomor 4 Tahun 2019 Pasal 95.

KPU Purwakarta Sudah Kirimkan Berkas Pilpres terkait PHPU ke Mahkamah Konstitusi
Tribun Jabar/ Haryanto
proses pembukaan kotak suara di KPU Purwakarta untuk pemenuhan alat bukti pada perselihan hasil pemilihan umum di MK 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - KPU Kabupaten Purwakarta telah mengirimkan berkas-berkas terkait Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk alat bukti Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Pengumpulan dan pengiriman berkas pemilu ke MK itu dilakukan jelang sidang PHPU yang dijadwalkan pada pada Jumat (14/6/2019).

Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman, menyebut, pihaknya telah membuka kotak suara untuk mengambil berkas guna alat bukti di persidangan tersebut.

Bupati Bojonegoro Melawat ke Inggris Ajak Suami, Habiskan Dana APBD Hampir Rp 1 Miliar

"Kemarin, Selasa (11/6/2019) siang, kami telah membuka kotak suara untuk mengambil salinan dokumen yang diperlukan disaksikan oleh Bawaslu dan kepolisian setempat," kata Ahmad saat ditemui Tribun Jabar di kantornya, Nagrikaler, Purwakarta pada Rabu (12/6/2019).

Ia menyebut, pembukaan segel dan kotak suara untuk pemenuhan alat bukti telah sesuai dengan PKPU Nomor 4 Tahun 2019 Pasal 95.

Pasal tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum menyatakan KPU/KIP Kabupaten/Kota dapat membuka kotak suara untuk mengambil formulir yang digunakan sebagai alat bukti dalam penyelesaian perselisihan hasil Pemilu.

Termasuk atas permintaan KPU RI berdasarkan surat KPU Nomor 877/PY.01.1/3D/03/KPU/V/2019 terkait pengumpulan alat bukti untuk PHPU di MK yang tengah bergulir.

H+7 Lebaran, Jumlah Penumpang Kereta yang Berangkat dari Cirebon Masih Tinggi

Ahmad mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sejumlah dokumen dan berkas ke Jakarta, tidak lama setelah pembukaan kotak suara.

"Yang dikirimkan berupa salinannya, dan sudah dikirimkan kemarin malam. KPU Purwakarta mengirim satu boks dan 12 map berisikan dokumen yang diperlukan," ujarnya.

Tidak ada delegasi dari KPU Purwakarta pada gelaran sidang MK pada gugatan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Namun Ahmad menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan saksi atau keterangan terkait PHPU yang sedang ditangani MK.

"Kami belum ditunjuk dan menunggu itu. Pada dasarnya kami siap ketika diminta oleh MK untuk memberikan keterangan," ucap dia menambahkan.

Angka Kasus DBD Meningkat di Cirebon, Dewan Minta Dinkes Belajar dari Kejadian Lima Tahun yang Lalu

Bupati Bojonegoro Melawat ke Inggris Ajak Suami, Habiskan Dana APBD Hampir Rp 1 Miliar

Penulis: Haryanto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved