Kivlan Zen Dituduh Rencanakan Pembunuhan 4 Tokoh Nasional, Pengacara Bilang Begini

Kabar mengenai Kivlan Zen merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional plus satu direktur lembaga survei adalah hoaks atau kabar bohong.

Kivlan Zen Dituduh Rencanakan Pembunuhan 4 Tokoh Nasional, Pengacara Bilang Begini
KOMPAS.com/Devina Halim
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). 

"Diberi uang Rp 150 juta untuk pembelian alat, senjata yaitu senjata laras pendek dua pucuk dan dua senjata laras panjang," kata HK dalam video yang ditayangkan.

Dalam proses pembelian senjata api itu, HK mengalami kesulitan sehingga memakan waktu yang lama.

Akibatnya, HK ditagih oleh Kivlan Zen.

"Karena saya belum dapat senjata api yang dimaksud saya dikejar-kejar dan ditagih Kivlan Zen," ucapnya.

Uang Rp 150 juta itu ditukarkan HK dengan senjata api yang ia berikan kepada rekan-rekannya.

Salah satu senjata api yang diterima oleh HK didapatkan dari wanita berinisal AF yang juga sudah ditangkap.

"Adapun senjata yang saya dapatkan dari seorang ibu-ibu juga yang kebetulan keluarga besar TNI. (senjata itu dibeli) seharga dengan jaminan uang untuk beliau Rp 50 juta," katanya.

Dua senjata laras pendek diberikan HK kepada dua orang rekannya, yakni Armi dan Udin.

Armi merupakan pengawal Kivlan Zen.

Kivlan Zein Tunjukan Ini kepada IR di Mobil, Uang Rp 5 juta & Iming-iming Liburan bila Bisa Eksekusi

Udin diberikan senjata api sebagai alat untuk pengamanan diri selama menjalankan tugas yang sudah diperintahkan kepadanya.

HK mengaku ikut terjun ke lokasi demonstrasi pada 21 Mei 2019.

Ketika terjun ke lokasi, HK menilai massa belum ramai sehingga ia kembali ke markas yang berlokasi di Jalan Proklamasi Nomor 36.

HK ditangkap pada 21 Mei 2019.

Saat ditangkap, HK membawa satu pucuk revolver kaliber 38 mm dan amunisi sekitar 100 butir.

"Yang saya bawa memang untuk ke lokasi demo dan saya duga adalah untuk menemukan massa tandingan yang akan membahayakan anak buah saya," ucapnya.

"Adapaun tugas Bapak Kivlan kepada saya yaitu mengeksekusi Luhut dan Wiranto," tambahnya.

Melansir Kompas.com, M Iqbal sempat memaparkan kronologi HK yang mendapat perintah eksekusi dari Kivlan Zen.

Pada 1 Oktober 2018, tersangka HK menerima perintah dari seseorang menerima dua senjata api laras pendek.

Identitas orang yang memerintah HK sudah dikantongi polisi dan tengah didalami.

Kemudian 13 Oktober, HK membeli satu pucuk revolver Rp 50 juta dari tersangka AF alias Fifi.

Lima bulan kemudian, tepatnya pada 5 Maret 2019, tersangka HK kembali mendapatkan senjata api dengan cara membeli dari tersangka AD.

Satu senpi diserahkan kepada tersnagka AZ.

Kemudian, dua pucuk senjata lainnya diserahkan ke tersangka TJ.

Pada 14 Maret 2019, tersangka HK menerima bayaran Rp 150 juta dan tersangka TJ mendapat bagian Rp 25 juta.

Identitas yang memberikan uang tersebut telah dikantongi oleh polisi.

Tersangka TJ dengan bayaran Rp 25 diminta membunuh dua pejabat negara.

Namun, nama-nama pejabat yang menjadi target pembunuhan masih dirahasiakan.

Target pembunuhan bertambah pada 12 April 2019.

Luhut akhirnya menanggapi soal dirinya yang jadi target pembunuhan
Luhut akhirnya menanggapi soal dirinya yang jadi target pembunuhan (Kolase Tribun Jabar (Tribunnews dan kanal Youtube Metro TV))

HK diminta membunuh dua pejabat negara lainnya sehingga total ada empat pejabat yang ditargetkan kelompok ini.

Lalu, ada perintah lain yang diterima oleh tersangka AZ.

Ia diminta membunuh pimpinan satu lembaga survei.

AZ sudah beberapa kali menyurvei rumah bos lembaga survei itu.

Kemudian, AZ memerintahkan tersangka IF melakukan eksekusi dengan imbalan Rp 5 juta.

Pada 21 Mei 2019, tersangka HK bersama tim membawa senjata turun bercampur dengan massa aksi di depan gedung Bawaslu.

Mereka berupaya melakukan pembunuhan terhadap sejumlah peserta aksi yang akan dijadikan martir untuk membakar amarah massa. (TribunJabar.id/Fidya Alifa)

Kivlan Zen Dikabarkan Terlibat Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional, Menhan Ryamizard: Agak Mustahil

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved