Ditanya Soal Meikarta, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Tinggalkan Wartawan di Gedung Sate

Sebelumnya, Eka Supria Atmaja menjawab beberapa pertanyaan wartawan, termasuk terkait penguatan integritas pada struktural Pemerintah Kabupaten Bekasi

Ditanya Soal Meikarta, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Tinggalkan Wartawan di Gedung Sate
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengunjungi Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja berjalan meninggalkan awak media setelah ditanya mengenai investasi Meikarta di Bekasi.

Hal itu terjadi seusai Eka Supria Atmaja dilantik menjadi Bupati Bekasi definitif di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Eka Supria Atmaja melanjutkan kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin yang terbelit kasus suap Meikarta, untuk posisi bupati sisa masa jabatan 2017-2022.

Sebelumnya, Eka Supria Atmaja menjawab beberapa pertanyaan wartawan, termasuk terkait penguatan integritas pada struktural Pemerintah Kabupaten Bekasi selama kepemimpinannya.

"Nanti kan ASN kita akan kita buatkan pakta integritas. Kita juga juga memberikan reward dan punishment kepada ASN kita," ujar Eka.

Ketika ditanya masalah Meikarta, beberapa orang disekitarnya meminta para untuk menyudahi sesi wawancara. Kemudian, Eka Supria Atmaja pun meninggalkan Gedung Sate.

Eka Supria Atmaja Resmi Jabat Bupati Bekasi Gantikan Neneng yang Divonis 6 Tahun Penjara

Neneng Hasanah Yasin jadi Tersangka, Eka Supria Atmaja jadi Plt Bupati Bekasi

Di tempat yang sama, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil, meminta Eka Supria Atmaja menjaga benteng integritas selama menjalankan roda pemerintahan sebagai Bupati Bekasi. Gubernur tidak ingin kembali terjadi permasalahan seperti kasus siap Meikarta.

"Karena Bekasi ini proyeknya banyak, industrinya banyak, tapi godaan-godaan dari pihak ketiga ini banyak sekali. Maka kalau benteng integritasnya patah akan repot ya, maka saya mendoakan sekali jangan sampai jatuh dua kali," ujar Ridwan Kamil.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, pun meminta seluruh kepala daerah di Jabar untuk mengutamakan integritas guna melayani masyarakat. Menurut dia, sebuah kekuasan bukan sebuah rezeki melainkan ujian.

"Kenapa ujian? Karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya dalam catatan kita lulus dalam ujiannya," ucap Emil.

Mengenai Meikarta, Emil pun belum bisa bicara banyak. Emil hanya menunggu prosesnya di KPK.

"Belum tuntas semua. Saya akan minta ke KPK status persidangannya sudah selesai atau belum. Kalau belum saya enggak akan bergerak merumuskan masalah-masalah lanjutan. Takut nanti disangka ada hal yang mengganggu proses. Bolanya di KPK," ujarnya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved