Dianggap Lebay dan Mengarang Kasus, Wiranto: Masya Allah

Nada miring terhadap Wiranto berkaitan dengan upaya kepolisian mengungkap sejumlah perkara, mulai dari dugaan makar terhadap pemerintah.

Dianggap Lebay dan Mengarang Kasus, Wiranto: Masya Allah
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhumkam) Wiranto, yang ditemui di Kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA– Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengaku tak akan banyak berkomentar soal nada miring yang ditujukan kepadanya.

Nada miring terhadap Wiranto berkaitan dengan upaya kepolisian mengungkap sejumlah perkara, mulai dari dugaan makar terhadap pemerintah.

Lalu, ada perkara kerusuhan di Jakarta 21 dan 22 Mei 2019, kepemilikan senjata api ilegal hingga dugaan perencanaan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara.

“Wiranto (dibilang) ‘lebay’ (berlebihan), itu (kasus) karangan pemerintah, karangan aparat keamanan demi mencari popularitas. Masya Allah, ya saya katakan,” ujar Wiranto ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Meski demikian, Wiranto menegaskan, tidak akan menanggapi nada-nada miring tersebut. Ia memilih menyerahkan penyelesaian sejumlah perkara tersebut kepada kepolisian.

Moeldoko: Sesungguhnya dalam Kerusuhan Sekarang Ini, tidak Ada Tim Mawar

Moeldoko Sebut Prabowo Bikin Keputusan Sangat Bijaksana Terkait Pendukung Tak Datangi MK

“Saya enggak ngomong apa-apa. Biar saja. Hasil penyelidikan dan penyidikan yang akan berbicara. Sekarang tinggal bagaimana proses selanjutnya,” ujar Wiranto.

“Nanti dilimpahkan ke kejaksaan, masuk ke pengadilan, apa ada pengakuan antara eksekutor, petugas yang ditugaskan mencari senjata, mencari algojo, itu sinkron atau tidak. Tapi paling tidak saat ini dengan empat kesaksian mengerucut kepada satu figur, yang sangat boleh jadi, benar adanya,” lanjut dia.

Wiranto mengapresiasi positif kepolisian yang sudah buka-bukaan ke publik mengenai sejumlah perkara itu.

Dengan penjelasan itu, Wiranto berharap masyarakat menjadi tercerahkan dan tidak lagi mudah terpengaruh dengan berita hoaks.

Meski di sisi lain, Wiranto mengakui, kepolisian belum menemukan konstruksi perkara itu secara utuh. Artinya, masih butuh penyelidikan lebih lanjut.

“Memang belum selesai. Namanya saja masih proses hukum, masih perlu pendalaman, masih perlu ada pengembangan. Masyarakat harus sabar,” ujar Wiranto. (Fabian Januarius Kuwado)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Lebay hingga Rekayasa Kasus, Wiranto Jawab "Masya Allah""

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved