Belgia Tertarik Kembangkan Industri Pengolahan Makanan Halal di Jabar
Belgia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur, pemrosesan makanan halal, dan industri pesawat terbang di Jawa Barat.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belgia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur, pemrosesan makanan halal, dan industri pesawat terbang di Jawa Barat. Jawa Barat juga menawarkan kerja sama di bidang peternakan dengan mengembangkan peternakan sapi ras Belgian Blue di Jawa Barat.
Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Stephane De Loecker, mengatakan dalam kunjungan resmi yang pertamanya tersebut ke Bandung, dirinya ingin mengumpulkan berbagai ide kerja sama dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Sebagai provinsi dengan penduduk sekitar 50 juta orang, kata Stephane, Jabar merupakan provinsi yang bermasa depan cerah. Dirinya ingin Belgia dan Jabar merajut kerja sama yang berkelanjutan dan serius.
"Oktober akan ada delegasi bisnis dari Belgia ke Jawa Barat. Ini sekarang hanya kunjungan dan mendengarkan beberapa pemikiran gubernur. Tapi yang jelas, sektor yang akan dibahas adalah pembangunan infrastruktur, pengolahan makanan halal, dan aerospace di Bandung," kata Stephane seusai pertemuan dengan Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu (12/6/2019).
• Jawa Barat Dapat Dana Rp 1,4 Triliun untuk Bereskan Masalah Sampah di Sungai Citarum
Stephane mengatakan akan membicarakan lebih lanjut dengan pemerintah dan pebisnis asal Belgia untuk berinvestasi di Jabar. Dengan demikian, pada Oktober 2019, pihaknya akan membawa secara lengkap para pelaku bisnis dari Belgia ke Jabar.
Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menawarkan sejumlah investasi kepada pemodal Belgia. Yang paling dia titipkan, yaitu kerjasama terkait pengembangan anakan sapi Belgian Blue di Jawa Barat.
Hal ini menjadi harapan baru bagi swasembada daging sapi di Jawa Barat. Menurutnya, Sapi Belgian Blue ini sudah terkenal memiliki banyak kelebihan, baik dari sisi daging maupun gizinya.
"Belgian blue ini gede-gede, teknologinya kita akan fokuskan itu di jangka pendek," ujar gubernur yang akrab disapa Emil ini.
Emil mengatakan sejauh ini Jabar baru dapat menyuplai 30 persen daging sapi untuk kebutuhan konsumsi masyarakatnya. Sementara 70 persen lainnya harus mengimpor dari provinsi dan negara lain. Dengan kehadiran investor Belgia pada sektor peternakan ini menurut dia dapat mengantisipasi permasalahan tersebut.
"Tadi bagaimana program satu pasantren satu produk itu salah satu bisnisnya itu sapi. Tadi kan demand-nya tinggi sekali, ini sedang akan kita titipkan di jangka pendek," ucapnya.
• Sebut Banyak Peluang Investasi di Bekasi, Ridwan Kamil Ingatkan Bupati dan ASN Jaga Integritas
Selain itu, Emil juga menawarkan investasi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Subang yang disebut 'Segitiga Rebana'. Diketahui daerah tersebut akan didorong menjadi pusat industri paling maju di Indonesia.
"Tadi saya menawarkan Rebana, beliau tertarik karena akan dijadikan KEK dalam tiga atau empat bulan ke depan, statusnya sedang difinalisasi oleh Kemenko Perekonomian," kata Emil.
Adapun kerja sama lainnya yakni pada sektor infrastruktur teknologi. Belgia pun telah bekerja sama dengan salah satu kampus di Jawa Barat, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Emil, animasi salah satu yang kuat juga dari ekonomi kreatif di Belgia.
"Terakhir saya meminta pak Duta Besar Belgia membatu membuka Jabar cafe itu ya. Diplomasi kopi kopi Jabar itu di Belgia. Jadi balik diplomasinya begitu," katanya.
Diketahui, pada November 2018 lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berkesempatan meninjau secara langsung Sapi Belgian Blue di negara penghasilnya. Rencana mengawinkan sapi lokal dengan sapi Belgian Blue ini pun telah digaungkan sejak kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/duta-besar-belgia-untuk-indonesia-stephane-de-loecker-dan-ridwan-kamil-jabar.jpg)