Antisipasi Urbanisasi Pascalebaran, Anne Ingatkan Pendatang di Purwakarta Harus Punya Skill Kerja

Dengan datangnya kaum urban ke Purwakarta, dipastikan setiap tahunnya mengalami penambahan jumlah penduduk dari efek domino urbanisasi.

Antisipasi Urbanisasi Pascalebaran, Anne Ingatkan Pendatang di Purwakarta Harus Punya Skill Kerja
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Ilustrasi pemudik yang datang bersama keluarga 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Selain telah menjadi tempat tujuan wisata, Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu daerah tujuan urbanisasi pasca-Lebaran di setiap tahunnya.

Hal itu karena Purwakarta dikenal memiliki beberapa daerah yang dipusatkan menjadi kawasan industri.

Dengan datangnya kaum urban ke Purwakarta, dipastikan setiap tahunnya mengalami penambahan jumlah penduduk dari efek domino urbanisasi.

Waspada, Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat, Sudah 18 Orang Meninggal Dunia

Menanggapi hal tersebut, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika berpesan, jika berniat berpindah ke Purwakarta diharuskan telah memiliki skill.

"Kalau bisa yang mau datang usahakan memiliki skill atau keahlian. Kalau belum memiliki keahlian, saya sarankan untuk menunda kedatangannya," kata Anne saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta pada Rabu (12/6/2019).

Tumpukan Sampah di TPS Liar di Jatinangor Ini Terakhir Diangkut pada 2016

Seiring adanya serbuan kaum urban dari luar daerah, dampak negatif pun bisa juga terasa oleh Kabupaten Purwakarta.

Semisal dampaknya terhadap laju peningkatan penduduk (LPP) di wilayah Purwakarta yang akan tidak terkendali.

Menyikapi persoalan tersebut, Anne menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk para camat.

Pihaknya juga akan melakukan pengawasan di sejumlah kawasan industri yang ada.

"Sebetulnya kami, ya, welcome saja jika pendatang ini memang bertujuan kerja dan punya skill. Kami antisipasi saja, khususnya di wilayah ada 7 zona industri, nanti kita awasi," ucap dia.

Selain itu, dirinya juga akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk melakukan operasi yustisi.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan, karena bila tidak ada tujuan akan ditindak serta dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

"Yang paling sulit itu pendatang yang tercecer. Kalau yang ada keluarganya di sini mungkin pengawasannya mudah. Makanya ini yang kami antisipasi," ujarnya.

Cegah Abrasi di Pesisir Pantai Indramayu, Sanggar Lingkungan Hidup Tanam 1500 Bibit Mangrove

Tanah Longsor di Padang Pariaman Timbun Satu Rumah dan Telan Satu Korban Meninggal Dunia

Penulis: Haryanto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved