Abrasi Ancam Pesisir Desa Dadap Indramayu, Saat Musim Timur 1,5 Meter Sawah Terkikis Tiap Hari

Abrasi ancam pesisir Desa Dadap Indramayu. Saat musim timur 1,5 meter Sawah terkikis tiap hari.

Abrasi Ancam Pesisir Desa Dadap Indramayu, Saat Musim Timur 1,5 Meter Sawah Terkikis Tiap Hari
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Sanggar Lingkungan Hidup menggelar kegiatan Mangrove Day dengan penanaman 1.500 bibit tanaman mangrove, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Blok Puloby, di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah dengan potensi abrasi tertinggi.

Melihat hal tersebut, Sanggar Lingkungan Hidup yang bergerak dalam bidang edukasi lingkungan di wilayah Ciayumajakuning menggelar Mangrove Day yang diisi dengan penanaman 1.500 bibit mangrove.

Ketua pelaksana Mangrove Day, Dedi, mengatakan, keberadaan break water atau pemecah gelombang yang terdapat di Desa Dadap tidak bisa menjadi satu-satunya upaya yang diandalkan dalam mengatasi abrasi.

"Ini kurang, tetap saja jika kita hanya mengandalkan break water setiap tahun nantinya akan kena juga," ujar Dedi saat ditemui Tribuncirebon.com.

Kepada Desa Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi mengatakan, bibir pantai sepanjang kurang lebih empat kilometer yang berada di Desa Dadap baru tertanam dua setengah kilometer.

"Masih ada sekitar satu setengah kilometer lagi yang belum terdapat break water," ujar dia.

Apabila tidak ada tindak lanjut, kata Asyriqin Syarif Wahadi, pesawahan yang berada dekat bibir pantai Desa Dadap akan habis tergusur.

Bahkan di beberapa bulan terakhir saat musim timur ini, sawah milik warga sekitar terkikis sampai satu setengah meter setiap harinya oleh abrasi yang disebabkan oleh gelombang laut.

"Di musim timur ini dari bulan Mei sampai Juni sekarang, sawah kami terus terkikis," ucap dia.

Oleh karena itu, perlu upaya lebih di antaranya dengan cara penanaman tananam mangrove sebagai penangkal hantaman gelombang laut.

Selain pohon mangrove, pihaknya juga berencana akan melakukan penanaman pohon tembakau sebagai penguat.

"Mangrove ini akarnya itu menancap ke tanah, sedangkan tembakau dia akarnya merambat ke atas. Jadi otomatis serangan gelombang laut ini akan terhambat dan dapat mencegah abrasi," ucap Dedi.

Cegah Abrasi di Pesisir Pantai Indramayu, Sanggar Lingkungan Hidup Tanam 1500 Bibit Mangrove

Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved