PH Eks- Kadisdik Subang Sebut Tuntutan 4,5 Tahun Penjara Karena Pungli Kartu NISN Usik Rasa Keadilan

Suwarna dijerat Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 KUH Pidana.

PH Eks- Kadisdik Subang Sebut Tuntutan 4,5 Tahun Penjara Karena Pungli Kartu NISN Usik Rasa Keadilan
Dok.Tribun Jabar
Ilustrasi: Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar‎, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim penasihat hukum ( Tim PH) Suwarna, eks Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang yang terjerat kasus pungutan liar ( pungli) kartu NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional) menilai tuntutan 4 tahun 6 bulan ( 4,5 tahun) penjara untuk kliennya yang dibacakan jaksa pada sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (10/6/2019) mengusik rasa keadilan.

"Kasus ini mengusik rasa keadilan karena pak Suwarna tidak menerima sepeser pun uang penjualan kartu NISN dari terdakwa Dadang Hidayat ke ‎siswa SD sebanyak 7,624 lembar seharga 190,6 juta. Secara prosedural pun, pak Suwarna tidak pernah menandatangani surat apapun terkait penjualan kartu itu," ujar Rohman Hidayat, penasihat hukum Suwarna di Jalan Banda, Kota Bandung, Selasa (11/6).

Suwarna dijerat Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 KUH Pidana.

‎ Kasus ini bermula pada 2017, terdakwa Dadang Hidayat, eks Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang, melayangkan surat penawaran pembuatan kartu nomor induk siswa nasional (NISN).

Mantan Kadisdik Subang Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Gara-gara Pungli Kartu NISN

Surat penawaran itu berkop surat Tabloid Metro, yang dipimpin Dadang Hidayat.

Surat penawaran itu sama sekali tidak ditindaklanjuti oleh Suwarna.

Dalam surat itu, disebutkan soal pembuatan kartu NISN sebanyak 89,550 lembar untuk siswa SD dan SMP se-Kabupaten Subang dengan harga jual Rp 25 ribu.

Nilai penawar mencapai Rp 3 miliar lebih. Tiba-tiba saja, di kartu NISN, tertera tanda tangan Suwarna selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.

"‎Di persidangan terungkap bahwa tekenan pak Suwarna itu dibuat secara tidak sah oleh Tarma Kusuma selaku rekan Dadang Hidayat, dengan cara meng-crop (memotong gambar) tanda tangan Suwarna yang ia miliki kemudian menempelkannya di kartu itu," ujar Rohman.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved