Pascalebaran, Produksi Sampah di Kabupaten Bandung Meningkat hingga 10 Persen

Selama musim libur Ramadan dan Lebaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengoperasikan sebanyak 24 armada panarik sampah.

Pascalebaran, Produksi Sampah di Kabupaten Bandung Meningkat hingga 10 Persen
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Penumpukan sampah di Jalan Kopo-Katapang RW 01A, Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (11/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pascalebaran, produksi sampah di Kabupaten Bandung mejingkat hingga di atas 10 persen.

Selama musim libur Ramadan dan Lebaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengoperasikan sebanyak 24 armada panarik sampah.

"Alhamdulillah pada H-1 hingga H+3 kami menurunkan sebanyak 24 armada untuk selalu melakukan operasi bersih di semua wilayah agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik tertentu seperti di Sadu dan lainnya," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH, Yula Zulkarnain melalui telepon seluler, Selasa (11/6/2019).

Wakil Wali Kota Yana Mulyana Minta Kota Bandung Jadi Juara Umum di Porda 2020

Selama libur Lebaran terjadi peningkatan produksi sampah hingga 10 persen lebih.

Dari yang biasanya hanya satu truk pengangkutan, selama musim Lebaran bisa 1,5 hingga 2 truk setiap titiknya.

"Dalam sehari kita mampu membuang ke TPA Sarimukti 300-350 ton per hari dengan sekitar 90 armada kendaraan dan 3 tronton (mobil). Alhamdulillah barangkali sampai sejauh ini walaupun ada spot-spot tertentu dan jalur-jalur yang sifatnya krusial tetap bisa kami antisipasi," tuturnya.

Yula mengakui masih ada bebera titik sampah liar yang belum terangkut oleh UPT Kebersihan.
Seperti tumpukan sampah di jalur Jalan Kopo-Sayati Kecamatan Margahayu merupakan sampah baru yang belum terangkut kembali oleh petugas.

"Armada datang pukul setengah tujuh pagi sudah diangkat, terus datang lagi sampah yang baru. Artinya bukan tidak terangkat tapi itu timbulan sampah yang baru setelah dieksekusi terhadap timbulan sampah sebelumnya," ungkapnya.

DLH berjanji keesokan harinya sampah-sampah tersebut akan langsung dieksekusi kembali agar lokasi tersebut steril dari timbunan sampah liar.

Wakil Wali Kota Yana Mulyana Minta Kota Bandung Jadi Juara Umum di Porda 2020

Menurutnya permasalahan sampah di Kabupaten Bandung tidak akan selesai cara teknis pola konvensional (kumpulkan, angkut, buang) saja.

Dari sekitar 3,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung, setiap harinya produksi sampah Kabupaten Bandung mencapai 1440 ton per hari.
Hal tersebut sudah mulai diatasi dengan berbagai program penanganan sampah, seperti Kampung zero waste, LCO (Lubang Cerdas Organik), saber, dan bank sampah.

"Kalau jumlah sesuai dangan kebutuhan sesuai hasil kajian Kabupaten Bandung membutuhkan armada di angka 700-750 armada, kalau kita bicaranya mengangkut sampah dari sumber hulu dibuang ke hilir. Sementara saat ini total hanya di angka 90 kendaraan artinya sangat jauh kebutuhan yang kita butuhkan," tuturnya.

Oleh karena itu sesuai dengan arahan Bupati penanganan sampah ini dilakukan dengan cara merubah pola pikir dan budaya masyarakat yang dimulai dengan penanganan sampah di masing-masing rumah.

"Karena kalau harus selalu dengan memanfaatkan dan menggunakan armada melalui APBD kita tidak akan mampu," pungkasnya

Baznas Kabupaten Cirebon Belum Terima Semua Laporan Zakat Fitrah

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved