BPK Temukan Sejumlah Proyek Pembangunan di Garut Rugikan Negara Rp 1,8 Miliar

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian negara Rp 1,8 miliar dalam pembangunan sejumlah proyek

BPK Temukan Sejumlah Proyek Pembangunan di Garut Rugikan Negara Rp 1,8 Miliar
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Bupati Garut, Rudy Gunawan saat ditemui di halaman Kantor Bupati Garut, Senin (20/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian negara Rp 1,8 miliar dalam pembangunan sejumlah proyek di Kabupaten Garut.

Pelaksanaan proyek pembangunan yang dilakukan di sejumlah dinas di Kabupaten Garut, lanjutnya, masih belum dilaksanakan dengan baik. Bahkan sejumlah proyek dinilai asal-asalan dalam pengerjaannya.

"Akibatnya terjadi kerugian uang negara yang jumlahnya cukup besar. Ada 30an proyek yang tidak sesuai dan menyebabkan kerugian," ujar Rudy di kantornya, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, pengerjaan proyek yang asal-asalan tentu sangat disesalkan. Apalagi anggaran untuk pembangunan proyek yang dikeluarkan negara jumlahnya tidak sedikit.

"Anggaran yang disedikan negara untuk pembangunan proyek di dinas itu cukup besar. Tapi hasilnya masih banyak yang mengecewakan," katanya.

Nasib Pedagang Pasar Leles Belum Jelas, Pemkab Sempat Janji Pasar Bisa Ditempati Saat Lebaran

Rudy mengatakan, ucapan yang dilontarkannya itu bukan omong kosong. Semuanya berdasarkan bukti-bukti yang ada dan hasil pemeriksaan BPK.

BPK menemukan adanya kerugian negara dalam sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Garut yang nilainya mencapai Rp 1,8 miliar. Nilai tersebut hanya dalam pelaksanaan pembangunan proyek-proyek yang ada di lingkungan dinas.

"Catatan kerugian uang negara itu hingga Rp 1,8 miliar. Ini sudah tak bisa dibiarkan," ucapnya.

Ia menambahkan, BPK telah melakukan pemeriksaan berkas dan fisik di lapangan dari seluruh proyek pembangunan Pemkab Garut tahun 2018. Hasil dari pemeriksaan tersebut ternyata cukup mencengangkan. Salah satu yang jadi sorotan yakni pembangunan Pasar Leles.

"Di leles saja kerugiannya sudah Rp 670 juta. Makanya sekarang kami tunggu penggantian dari pemborongnya. Mereka juga kena denda jadi total pengembaliannya itu Rp 800 juta," ujarnya.

Datangi SPKT Polres Garut, Ibu Ini Malah Tanyakan Tempat Transfusi Darah

Proyek senilai Rp 26 miliar itu kini mangkrak. Belum ada kepastian kelanjutan pembangunan pasar yang digadang-gadang bisa dipakai sebelum Idulfitri 2019.

"Dalam waktu 60 hari, pemborongnya harus sudah mengembalikan kerugian uang negara. Lagi diminta untuk segera kembalikan," katanya.

Rudy juga mengungkapkan, selain proyek pembangunan Pasar Leles, ia juga mengaku kecewa dengan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Rudy menilai 100 persen pembangunan Puskesmas di Garut gagal.

"Pembangunan Puskesmas itu semuanya tidak sesuai harapan. Saya keliling ke daerah dan menemukan hasil pembangunan Puskesmas di mana-mana gak bener," ucap Rudy. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved