Soal Korupsi DAK di Cianjur, Kepala Sekolah: Kalau Nolak, Takut Kena Sanksi

Kasus korupsi DAK itu ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dengan terdakwa Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Soal Korupsi DAK di Cianjur, Kepala Sekolah: Kalau Nolak, Takut Kena Sanksi
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pengadilan Negeri Bandung menyidangkan perkara korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) SMP di Kabupaten Cianjur, Senin (10/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Hari pertama kerja setelah libur Lebaran, Senin (10/6/2019), Pengadilan Negeri Bandung menyidangkan perkara korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) SMP di Kabupaten Cianjur.

Kasus itu ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dengan terdakwa Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

 

Lalu tiga terdakwa lainnya, Cecep Sobandi selaku Kadisdik dan anak buahnya, Rosidin selaku Kabid SMP dan Tubagus Cepi Sethiady. Dalam sidang lanjutan kasus itu, 10 orang Kepala SMP di Kabupaten Cianjur duduk sebagai saksi.

Ke-10 orang itu menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMP dari total seluruh penerima mencapai 137 SMP penerima.

Dalam kesaksiannya, Kepala SMP Negeri 2 Mande, Nita Helida mengaku diminta ‎pengurus Sub Rayon 01 Cianjur untuk memotong dana 17,5 persen dari yang diterima sebesar Rp 690 juta untuk membangun dua ruang kelas baru dan satu ruangan perpustakaan.

Cerita Kapolres Cianjur Kendarai Motor Trail untuk Mengurai Kemacetan di Puncak

Penyakit Kulit yang Menyerang Warga Cianjur Ternyata Bukan Cacar Monyet Melainkan Scabies

"Kalau saya nolak, saya takut ada efek sanksi kepada saya, baik saya dimutasi atau ke depan tidak dapat bantuan lagi," ujar Nita Helida.

Menurut Nita Helida, instruksi pemotongan dana dari pengurus sub rayon itu justru bukan untuk Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

"Kata Sub Rayon 01 untuk orang Dinas Pendidikan," ‎katanya. Hal senada dikatakan Kepala SMP Negeri 1 Naringgul, Supriatna.

Sekolahnya menerima DAK sebesar Rp 570 juta untuk ruang kelas baru dan laboratorium tapi dipotong 17,5 persen.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved