Setelah Pembantaran Karena Sakit BAB Berdarah dan Ginjal, Romahurmuziy Kembali ke Rutan KPK

Mantan Ketua Umum PPP yang menjadi tersangka kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama dan, Romahurmuziy, kembali ke rumah tahanan Komisi Pemeber

Setelah Pembantaran Karena Sakit BAB Berdarah dan Ginjal, Romahurmuziy Kembali ke Rutan KPK
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy diperiksa KPK. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mantan Ketua Umum PPP yang menjadi tersangka kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama dan, Romahurmuziy, kembali ke rumah tahanan Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan bahwa masa pembantaran atau penangguhan masa tahanan Romahurmuziy telah habis.

"Pembantaran RMY ( Romahurmuziy) dicabut dan kembali ke rutan kemarin sore setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan yang bersangkutan tidak dilakukan rawat inap," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (10/6/2019).

Febri menjelaskan, usai pencabutan masa pembantaran tersebut, KPK akan menahan Romahurmuziy selama 16 hari ke depan.

Demi Jabatan Kepala Kanwil Kemenag, Muafaq Wirahadi Suap Mantan Ketum PPP Romahurmuziy Rp 91,4 Juta

"Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penanahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung," ucap dia.

Seperti diketahui, sejak Januari hingga Juni 2019, Romahurmuziy sudah tiga kali dibantarkan atau menjalani penundaan penahanan sementara.

Pembantaran dilakukan terkait dengan masalah kesehatan. Romahurmuziy sempat disebut menderita BAB berdarah, dan juga sakit ginjal.

Oleh karena itu, ia sempat dibantarkan selama sebulan, yaitu pada tanggal 3 April-3 Mei.

Kemudian Romahurmuziy menjalani pembantaran keduanya pada 14 Mei - 15 Mei.

Adapun Romahurmuziy ditahan KPK terkait suap kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam perkara pokok suap jual beli jabatan ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka.

Yaitu, bekas Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hassanuddin, dan, Kepala Kantor Kemenag Gresik, Jawa Timur, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Romahurmuziy diduga menerima uang suap sebanyak Rp 250 juta dari Haris, dan Rp 50 juta dari Muafaq, untuk meloloskan keduanya, dalam proses seleksi terbuka pejabat. (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Diperiksa KPK, Romahurmuziy Pamer Buku Yoga dan Minta Wartawan Memfoto

Tersangka Kasus Suap Romahurmuziy Kembali Dibawa ke Rumah Sakit Polri Gara-gara Ini

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved