Keutamaan Puasa Syawal, Dilengkapi Niat, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Umat Muslim disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal setelah melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Keutamaan Puasa Syawal, Dilengkapi Niat, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Pixabay.com
Keutamaan Puasa Syawal, Dilengkapi Niat, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaannya 

Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan Muslim.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Dari hadits tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464)

2. Waktu pelaksanaannya

Ibadah puasa Syawal lebih diutamakan dilaksanakan setelah Idul Fitri.

Meski begitu tidak menjadi masalah bila dilakukan asal selama masih di bulan Syawal.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fithri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).

Ilustrasi Puasa
Ilustrasi Puasa (Tribun Timur)

3. Lebih baik dilakukan berurutan

Adapun puasa Syawal lebih utama dilakukan secara berurutan.

Namun, tidak apa-apa bila tidak bisa melakukannya secara berurutan.

Halaman
1234
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved