Jawa Barat Segera Dapat Investasi Bernilai Triliunan Rupiah dari Luar Negeri

Hasilnya dalam tahun ini, kata Ridwan Kamil, tiga bantuan dan investasi besar dari dunia internasional dipastikan masuk ke Jabar.

Jawa Barat Segera Dapat Investasi Bernilai Triliunan Rupiah dari Luar Negeri
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Apel di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (10/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah bisa bekerja ngabret mempraktekkan sistem Government 3.0.

Hasilnya dalam tahun ini, kata Ridwan Kamil, tiga bantuan dan investasi besar dari dunia internasional dipastikan masuk ke Jabar.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan dengan sistem Government 3.0, yang melibatkan dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, baik dari dalam maupun luar negeri, barulah bisa maksimal membangun Jawa Barat.

Emil mengatakan pada sistem Government 2.0, berdasarkan pada pembangunan didasarkan pada prestasi pemerintah. Namun, sistem ini sudah ditinggalkan negara maju karena menganggap urusan pembangunan hanya urusan pemerintah.

"Kecepatannya jadi enggak ngabret. Government 3.0 mengajak siapapun yang mau terlibat untuk tujuan pembangunan. Itulah makanya ada Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) dan Tim Akselerasi Jabar Juara (TAJJ) yang mendampingi tiap dinas dari bisis, komunitas, dan akademisi," kata Emil dalam apel di halaman Gedung Sate, Senin (10/6/2019).

Emil menuturkan berkat penerapan sistem Government 3.0 dan adanya TAP dan TAJJ di Pemprov Jabar, yang merupakan bagian di luar pemerintahan yang memberikan banyak masukan dalam membangun Jabar, tiga investasi dan bantuan bernilai triliunan rupiah segera masuk Jabar.

Potret Bahagia Jusuf Kalla Bersama Cucunya yang 4 Bulan, Teman Spesial Sang Wapres saat Liburan

Juventus Tunggu Kedatangan Sarri, AC Milan dan AS Roma Juga Siap Umumkan Pelatih Baru

Investasi pertama, katanya, adalah dari perusahaan pengolahan sampah plastik asal Inggris Plastic Energy Limited yang akan mendirikan usaha pengolahan sampah plastik menjadi solar.

Rencananya, pengolahan sampah model ini akan diterapkan di lima kota Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Cirebon, dan Kota Tasikmalaya.

Menariknya, Plastic Energy akan menghibahkan dana sebesar 20 juta USD atau sekitar Rp 280 miliar. Dana ini untuk studi kelayakan yang akan dilakukan pada Agustus 2019 sampai Maret 2020.

Dengan begitu penerapan teknologi pengolahan sampah plastik ini akan dimulai pada Maret 2020.

Selain sebagai percontohan green development di Indonesia, proyek ini juga ada sisi bisnisnya. Total investasi pada proyek tersebut mencapai 200 juta dolar atau sekitar Rp 2,8 triliun.

Alasan Polisi Tak Tangguhkan Penahanan Eggi Sudjana Meski 2 Petinggi Partai Gerindra Jadi Penjamin

Investasi kedua, kata Emil, perusahaan besar asal Amerika Serikat, Amazon, akan berinvestasi sebesar Rp 30 triliun di Bogor, Bekasi, dan Karawang, untuk membuat data center.

Selama ini perusahaan bisnis online di Indonesia masih menggunakan perputaran data di Singapura dan akhirnya uangnya mengalir ke Singapura.

"Ketiga, teu hujan teu angin, dari rapat tentang Citarum, ternyata ada bantuan dari Bank Dunia yang akan kasih dana Rp 1,4 triliun untuk menyelesaikan permasalahan Citarum," katanya.

Emil mengatakan investasi sebesar itu tidak langsung datang begitu saja tetapi dengan proses semua pihak dalam menjalin komunikasi dengan sejumlah forum bisnis di luar negeri.  

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved