Bandara Kertajati Tak Jadi Dipakai Pemberangkatan Calon Haji Asal Jabar, RK: Saudi Airlines Keukeuh

Bandara Kertajati tak jadi dipakai pemberangkatan calon haji asal Jabar. RK: Saudi Airlines keukeuh.

Bandara Kertajati Tak Jadi Dipakai Pemberangkatan Calon Haji Asal Jabar, RK: Saudi Airlines Keukeuh
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemberangkatan calon haji asal Jawa Barat dari Bandara Kertajati di Majalengka kembali gagal dilakukan tahun ini.

Padahal sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin; dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; memutuskan Bandara Kertajati akan digunakan sebagai embarkasi pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat mulai tahun ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kabar tersebut didapatnya beberapa waktu lalu, beberapa saat menjelang penentuan lokasi embarkasi haji asal Jabar.

Saudia Airlines selaku maskapai pemberangkatan haji sudah terlanjur memproses administrasi untuk embarkasi calon haji asal Jawa Barat dari Bandara Soekarno-Hatta.

"Menjelang keputusan-keputusan ini, pihak Saudia Airlines-nya berkeberatan karena kerumitan administrasi yang sudah deal dengan Bandara Soekarno Hatta. Jadi lebih ke masalah itu," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (10/6).

Ridwan Kamil mengatakan penundaan keberangkatan haji dari Bandara Kertajati bukanlah masalah infrastruktur atau kesiapan pemondokan haji di dekat Bandara Kertajati.

"Infrastruktur mah, mau ngapung kapan saja siap, ya. Saudi Airlines keukeuh karena sudah melakukan proses sejak lama, kalau pindah begitu saja, urusan administrasinya bagaimana," katanya.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada 2020 Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati menjadi tempat pemberangkatan haji, sementara umrah antara bulan Agustus sampai September 2019.

Menurutnya, agar target 2020 itu dapat dipenuhi sebelumnya, harus ada penetapan terlebih dahulu dari Kementerian Agama RI.

“Saya sudah minta bulan Juni dan beliau (Kakanwil Kemenag Jabar) sudah berjanji bulan Juni penetapan itu bisa selesai,” ujar Iwa Karniwa.

Diketahui, Kemenag RI menyatakan BIJB tidak dapat digunakan untuk keberangkatan haji tahun ini karena tak mungkin mengubah perjanjian bilateral antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk tahun ini.

Selain itu terlalu banyak instansi dalam negeri dan luar negeri yang perlu dilibatkan, sehingga pengurusannya tidak dapat dilakukan dalam tempo singkat.

Berdasarkan rapat dengan Kemenag, Iwa mengatakan embarkasi haji semakin pasti akan dibangun di Kabupaten Indramayu. Menjadi pertimbangan utama karena Pemkab Indramayu telah memberikan hibah lahan seluas 8 hektare beserta sertifikatnya.

“Sehingga atas dasar tersebut, maka Kementerian Agama menetapkan embarkasi haji adanya di Kabupaten Indramayu. Berada sekitar 40 kilometer dari Bandara Kertajati dengan jarak tempuh 30 menit,” ucapnya.

Sebagai kelengkapan fasilitas di embarkasi di Indramayu, Pemprov Jabar diminta oleh Kemenag membangun masjid untuk jamaah. Permintaan khusus ini dikeluarkan karena Kemenag memiliki keterbatasan dana.

“Hal ini segera diusulkan ke Gubernur dan DPRD, agar pembangunan masjid menjadi anggaran di APBD 2020. Serta untuk pagar seluruh kawasan embarkasi haji direncanakan hibah dari Pemda Kabupaten Indramayu,” katanya.

Foto BIJB Kertajati Sepi Menjelang Lebaran 2019, Tak Ada Aktivitas Penerbangan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved