Breaking News:

547 Kafe dan Restoran di Iran Ditutup Paksa, Gara-gara Dituding Langgar "Kaidah Islam"

Gara-gara dituding melanggar "kaidah Islam", sebanyak 547 kafe dan restoran di Iran ditutup oleh otoritas setempat.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi restoran tutup. 

TRIBUNJABAR.ID, TEHERAN - Gara-gara dituding melanggar "kaidah Islam", sebanyak 547 kafe dan restoran di Iran ditutup oleh otoritas setempat.

Ke-547 kafe tersebut ditutup dalam operasi yang dijalankan kepolisian Iran selama 10 hari.

Diberitakan kantor berita Fars, operasi yang dilakukan pihak kepolisian tersebut bertujuan mengamati penerapan kaidah Islam dalam usaha-usaha restoran dan kafe yang dimiliki umat Muslim di Iran.

"Para pemilik kafe dan restoran di mana kaidah Islam tampaknya tidak diterapkan telah dimintai keterangan."

Mengenaskan, Remaja Perempuan Usia 12 Tahun Dibius dan Diperkosa 2 Pria Dewasa

Polisi Tangkap 5 Orang Pengeroyok Pasangan Lesbi di London

"Dan selama operasi dilakukan, sebanyak 547 usaha telah ditutup dan 11 pelanggar ditahan," ujar Kepala Kepolisian Teheran Hossein Raimi, dalam pernyataan yang dirilis situs resmi kepolisian, Sabtu (8/6/2019).

Dalam laporan Fars, pelanggaran yang dilakukan usaha restoran dan kafe itu di antaranya, iklan "non-konvensional" di dunia maya, memutar musik ilegal, serta menggelar pesta pora yang berlebihan.

"Mengamati penerapan kaidah Islam adalah.. salah satu tugas dan tanggung jawan utama kepolisian," tambah Raimi, seperti dikutip AFP.

Sementara diumumkan Kepala Pengadilan Tuntunan Teheran, Mohammad Mehdi Hajmohammadi, warga masyarakat diharapkan untuk dapat melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya kasus perilaku amoral.

Warga Teheran yang menemukan adanya kasus perilaku amoral di masyarakat kini dapat dengan segera melapor dengan mengirimkan pesan ke nomor yang ditunjuk.

"Warga biasanya ingin melaporkan kasus-kasus pelanggaran norma tersebut, tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya,"

"Kami pun memutuskan untuk mempercepat penindakan terhadap hal-hal terkait tindakan tidak bermoral di publik," kata Hajmohammadi kepada media pengadilan, Mizan Online.

"Masyarakat dapat melaporkan tindakan seperti melepas hijab di kendaraan, menggelar pesta yang mengumpulkan laki-laki dengan wanita, atau unggahan dengan konten amoral di Instagram," ujarnya.

Negara Republik Islam Iran merupakan salah satu negara yang memberlakukan aturan Islam secara ketat, yang di antaranya melarang minuman beralkohol, maupun aturan berpakaian di ruang publik bagi perempuan yang harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

(Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

MENGHARUKAN, Pria Ini Mati-matian Kerja Sebagai Badut Demi Biaya Pengobatan Putrinya

Pencuri Ini Lolos dari Sergapan Polisi Karena Naik Mobil Mewah, Tertangkap Gara-gara Hal Ini

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved