Pembangunan Tol Bandung-Tasik-Cilacap Tinggal Siap Dilanjutkan

Dengan adanya Tol Bandung-Cilacap yang membentang di tengah dan selatan Jabar ini, kepadatan lalu lintas dapat dikurangi.

Pembangunan Tol Bandung-Tasik-Cilacap Tinggal Siap Dilanjutkan
Tribun Jabar/Isep Heri
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persiapan pembangunan Jalan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Cilacap memasuki tahap akhir dan siap dilanjutkan dengan pembangunan fisik.

Dengan adanya Tol Bandung-Cilacap yang membentang di tengah dan selatan Jabar ini, kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi saat masa libur di jalur utama dapat berkurang.

Belum Dibesuk Keluarga, 2 Napi Rutan Kebonwaru Jadi Super Hero, Hibur Anak-anak Pengunjung

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, berdasarkan beberapa rapat terakhir dengan pemerintah pusat dan informasi yang didapatnya, persiapan pembangunan Tol Bandung-Cilacap ini sudah dalam tahap akhir.

"Proses persiapannya sudah tahap akhir, sudah memasuki penlok (penetapan lokasi), pemenang tender pun kabarnya sudah jelas, tinggal action di lapangan," kata Uu saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu (8/6/2019).

Menurut Uu, berbeda dengan rencana awal yang menyebut tol tersebut dengan nama Cileunyi-Garut-Tasikmalaya atau Cigatas, tol ini rencananya dari ruas Jalan Tol Padalarang-Cileunyi akan mengarah ke Gedebage, Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan berakhir di Cilacap.

Jalur Wisata Bandung Selatan Minim Angka Kecelakaan, Tapi Pengemudi Patut Waspadai Titik Kemacetan

Uu mengatakan pembangunan tol ini akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni ruas Bandung-Tasikmalaya, Tasikmalaya-Banjar, dan Banjar-Cilacap. Pemerintah Provinsi Jabar sendiri, katanya, siap mendukung daei berbagai sisi untuk pembangunan oleh pemerintah pusat dan investor tersebut.

Jika tol tersebut sudah rampung, kata Uu, perjalanan Bandung-Tasikmalaya cuma memakan waktu satu.

Masyarakat pun, katanya, diminta untuk tidak menjadi apriori atau takut jika nantinya jalur utama Nagreg jadi sepi karena pengendara akan punya banyak opsi.

Jumlah kendaraan pun, ujarnya, memang terus bertambah sekitar 12 persen tiap tahun, sedangkan pembangunan jalan masih di bawah 1 persen per tahun.

Di sisi lain, katanya, Pemprov Jabar mendorong pembangunan jalan lingkar di jalur utama Nagreg-Limbangan-Gentong untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.

Jalur lingkar ini dibuat untuk menghindari titik pasar tumpah dan kondisi jalan yang curam yang memperlambat laju kendaraan.

Wagub Jabar Sebut Jalan Alternatif Terbukti Kurangi kemacetan di Masa Mudik Lebaran

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved