26 Pilot Keluhkan Balon Udara yang Dilepas Saat Lebaran, Ada Pesawat yang Terpaksa Keluar dari Jalur

Para pilot dari berbagai maskapai penerbangan melaporkan ke Air Nav Indonesia bahwa balon udara yang dilepaskan warga mengganggu penerbangan

26 Pilot Keluhkan Balon Udara yang Dilepas Saat Lebaran, Ada Pesawat yang Terpaksa Keluar dari Jalur
Dok. Humas Angkasa Pura I/Kompas.com
Balon udara yang mengganggu keselamatan penerbangan diamankan dari berbagai daerah selama Lebaran 2018 

TRIBUNJABAR.ID, MAKASSAR– Sebanyak 26 pilot mengeluhkan 28 kasus balon udara yang dilepas pada Hari Raya Idulfitri.

Para pilot mengatakan balon- balon udara itu mengganggu penerbangan.

Deputy GM Perencanaan dan Evakuasi Operasi Makassar Air Traffic Service Control (MATSC), Davitson Aritonang, menerima laporan 26 pilot tersebut pada Rabu (5/6/2019).

Para pilot dari berbagai maskapai penerbangan melaporkan ke Air Nav Indonesia bahwa keberadaan balon udara yang dilepaskan warga mengganggu aktivitas penerbangan.

Pasalnya, balon udara terlihat di ketinggian 38.000 kaki.

“Dari 28 laporan seluruh Indonesia, ada 13 laporan yang berada di wilayah penerbangan MATSC. Balon udara itu terlihat di wilayah Jawa dan Bali yang diperkirakan diterbangkan dari wilayah tersebut. Ketinggian terbang balon udara itu mencapai 38.000 kaki, sedangkan di ketinggian itu penerbangan sangat padat,” katanya keterangan pers di kantornya, Kamis (6/6/2019).

Polisi Gombal yang Tilang Wanita Karena Terlalu Cantik, Terancam Sanksi dari Komandannya

Dari Sungkem Sampai Bagikan Sembako dan Sempat Diteriaki, Ini Kegiatan Jokowi di Solo

Davitson mengungkapkan, balon udara yang mengganggu penerbangan pesawat berukuran besar. Bahkan, ada balon udara yang dilengkapi tabung gas 3 kilogram hingga 5 kilogram sehingga pilot terpaksa keluar dari jalur untuk menghindari balon udara tersebut.

“Jika balon udara yang dilengkapi dengan tabung gas, bisa-bisa meledakkan mesin pesawat jika terkena pesawat dan masuk ke dalam mesin. Jadi terpaksa pilot menerbangkan pesawat menghindari balon udara tersebut. Diperkirakan di daerah Wonosobo, secara luasnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan adanya balon udara yang mengganggu lalu lintas pesawat, Airnav Indonesia menerbitkan Notam,” tandasnya.

Sebelumnya, lanjut Davitson, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara.

Selain itu juga, pihak Air Nav Indonesia sudah melaporkan balon udara ini ke Kementerian Perhubungan dan Pemerintah terkait.

“Hari ini saja, Kamis (6/6/2019) pagi sudah kami terima 1 laporan dari pilot yang sedang menerbangkan pesawat di ketinggian 35.000 kaki. Sedangkan pada Rabu (5/6/2019) kemarin, mulai pukul 10.00 hingga 16.40 Wita kita terima laporan 28 kasus,” kata Davitson. (Kontributor Makassar, Hendra Cipto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "26 Pilot Mengeluh, Balon Udara yang Dilepas Saat Lebaran Ganggu Penerbangan"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved