Mengapa Teror Bom Terjadi Saat Ramadhan dan Pelaku Incar Polisi? Ternyata Ini Penyebabnya

Pelaku melakukan aksi teror bom pada bulan Ramadhan, beberapa hari jelang lebaran 2019

Mengapa Teror Bom Terjadi Saat Ramadhan dan Pelaku Incar Polisi? Ternyata Ini Penyebabnya
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Penyebab aksi teror bom terjadi pada bulan Ramadhan dan pelaku incar polisi. 

TRIBUNJABAR.ID - Upaya bom bunuh diri di Kartasura, Sukaharjo terjadi tepat di depan Pospam polisi.

Pelaku melakukan aksi teror bom pada bulan Ramadhan, beberapa hari jelang lebaran 2019, yakni pada Senin (3/6/2019).

RA yang bernama lengkap Rofik Asharudin meledakan diri hingga terluka parah di bagian perut, kaki, dan tangan.

Walaupun melakukan upaya bom bunuh diri, pelaku masih hidup dan mendapatkan perawatan intensif.

Jenis bom yang digunakan merupakan bom pinggang rakitan.

Sisa serpihannya identik dengan bahan-bahan untuk membuat bom yang ditemukan di rumah orangtua Rofik Asharuddin.

Watak Asli Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Sukoharjo, Sempat Hilang, Diduga Dicuci Otak

Kepada polisi, pelaku mengaku terpapar paham ISIS.

Ia mendapatkan berhubungan dengan ISIS melalui Facebook.

Mulai dari diajarkan membuat bahan peledak hingga diberikan doktrin.

Pada peristiwa bom bunuh diri di Kartasura, ia disebut mengincar polisi.

Halaman
1234
Penulis: Widia Lestari
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved