Mantan Sekda dan 5 Terpidana Korupsi Hibah Pemkab Tasikmalaya Diusulkan Dapat Remisi

Terpidana kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya yang merugikan negara Rp 3,9 miliar diusulkan mendapat remisi.

Mantan Sekda dan 5 Terpidana Korupsi Hibah Pemkab Tasikmalaya Diusulkan Dapat Remisi
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kepala Rutan Kebon Waru, Heri Kusrita mengatakan bahwa paslon nomor urut nomor 02 memperoleh 517 suara, sementara untuk paslon nomor urut 01 Jokowi - Amin, meraih suara 382. Terdapat 42 suara dinyatakan tidak sah, Rabu (17/4/2019). 

L‎aporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Terpidana kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya yang merugikan negara Rp 3,9 miliar diusulkan mendapat remisi.

Mereka adalah mantan Sekda Pemkab Tasikmalaya Abdulkodir dan pejabat Pemkab Tasikmalaya Eka Ariansyah, Alam Rahadian, Endin, Maman Jamaludin, dan Ade Ruswandi.

Mereka mendekam di Rutan Kebonwaru Bandung usai divonis di Pengadilan Negeri Bandung pada April 2019. Abdulkodir dkk dihukum karena dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Mereka diusulkan mendapat remisi selama 15 hari karena memenuhi persyaratan sebagaimana diatur di Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Pengetatan Remisi," ujar Kepala Rutan Kebonwaru Bandung, Heri Kusrita, di Jalan Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Meski Abdulkodir dkk sudah diusulkan mendapat remisi sesuai PP 99, belum ada keputusan resmi dari Ditjen Pas Kemenkum HAM.

"Baru diusulkan saja, tinggal menunggu surat keputusan dari Ditjen Kemenkum HAM," ujar Heri Kusrita.

Pelaku Pemboman di Kartasura, Rofik Asharudin, Berhubungan dengan ISIS via Facebook

Mereka Yang Bebas dari Penjara saat Lebaran dan Bersujud Syukur

Terdakwa Abdulkodir, eks Sekda Pemkab Tasikmalaya, dalam sidang pledoi kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Senin (8/4/2019).
Terdakwa Abdulkodir, eks Sekda Pemkab Tasikmalaya, dalam sidang pledoi kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Senin (8/4/2019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Abdulkodir dipidana penjara selama 1 tahun ‎4 bulan. Maman Jamaludin dipidana 1 tahun 4 bulan, Ade Ruswandi dan Endin 1 tahun.

Peraturan pemerintah itu mengatur soal persyaratan pemberian remisi bagi terpidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya. Salah satu syarat untuk terpidana kasus itu yakni;

1. Bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya

2. telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsi; dan

3. telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Lapas dan atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme serta menyatakan ikrar. Ikrar ini berbunyi: setia terhadap NKRI dan janji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

4. Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika hanya berlaku terhadap narapidana yang dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved