Batik Sawunggaling Isyarat Ani Yudhoyono, SBY Mengaku Tak Cukup Cerdas dan Tak Sensitif

Dan ia baru menyadari maksud pemilihan batik tersebut, apalagi dengan filosofi batik sawunggaling setelah Ani Yudhoyono tutup usia.

Batik Sawunggaling Isyarat Ani Yudhoyono, SBY Mengaku Tak Cukup Cerdas dan Tak Sensitif
Kompas.com
Ibas, AHY, dan SBY mengenakan batik yang sebelumnya dipesankan Ani Yudhoyono untuk lebaran. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menceritakan isyarat  terakhir Ani Yudhoyono  sebelum tutup usia.

 Batik Sawunggaling yang SBY kenakan beserta keluarga saat berziarah ke makam Ani Yudhoyono menjadi jawaban dan isyarat tersebut.

 “Ibu Ani menjelang Lebaran dari dulu, ketika 10 tahun menjadi Ibu Negara pasti memikirkan nanti kalau kita Solat Ied kemudian melakukan halal bihalal apa pakaian kita,” cerita SBY di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

 SBY mengaku baru sadar ternyata pemilihan batik sawunggaling berwana hitam adalah isyarat istrinya akan tutup usia.

 Ia kembali menceritakan bagaiman almarhum Ani Yudhoyono memilih batik tersebut dan menyampaikan kepada SBY.

 “Waktu itu Bu Ani ketika masih di Rumah Sakit berpesan nanti lebaran kita pakai batik. Saya bilang, Memo kan masih dirawat biar kami saja yang pakai.  Sekitar seminggu batik sudah jadi,” ujarnya.

 “Memo gimana pakainya, kan di RS ada alat-alat yang dipakai untuk perawatan. Ternyata subhanallah, kami tidak cukup cerdas dan sensistif apa yang disampaikan Bu Ani,” kata SBY.

 Menurut SBY Biasanya batik yang dipilih terang tapi kali ini hitam. 

 Dan ia baru menyadari maksud pemilihan batik tersebut, apalagi dengan filosofi batik sawunggaling setelah Ani Yudhoyono tutup usia.

 “Saya tidak bisa menangkap isyarat dari batik sawunggaling hitam. Itu ternyata maknanya sebuah burung yang terbang ke surga,  saya baru tahu setelah apa makna dari pilihan ini,” ujarnya.

“Setelah wafat di ICU, setelah dibersihkan dan kita sucikan dan doakan di keduataan besar Indonesia di Singapura, jenazah ibu Ani inilah yang kami tutup dengan baik dengan batik yang Bu Ani pilih,” katanya.

 “Itu lah kenangan yang indah. Biasanya pula dengan batik ini kita saling minta maaf,” pungkasnya. (*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved