Soal Penumpang yang Merasa Ditipu, Lion Air Beri Penjelasan Begini

Penumpang yang dimaksud adalah staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Muhammad Chozin Amirullah, yang hendak terbang memakai Lion Air ke Bangka Belitung

Soal Penumpang yang Merasa Ditipu, Lion Air Beri Penjelasan Begini
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)
Ilustrasi pesawat Lion Air. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Soal penumpang yang merasa ditipu, sudah memesan tiket tapi gagal berangkat, Manajemen Lion Air Group mengatakan bakal melakukan investigasi.

Penumpang yang dimaksud adalah staf khusus Gubernur DKI Jakarta bernama Muhammad Chozin Amirullah yang hendak terbang memakai Lion Air ke Bangka Belitung pada Minggu (2/6/2019).

Chozin batal terbang menggunakan maskapai Lion Air karena kursinya telah diisi penumpang lain.

"Saat ini kami sedang melangsungkan penyidikan dan investigasi atas apa yang terjadi di penerbangan JT-616 pada 2 Juni 2019 sebagaimana informasi yang beredar," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Selasa (4/6/2019).

Danang menuturkan, pihaknya berterima kasih atas informasi berupa keluhan yang disampaikan penumpang dalam kejadian ini.

Staf Khusus Gubernur DKI Merasa Ditipu Lion Air, Kisahnya Saat Mudik Itu Viral di Media Sosial

Geger Tiket Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Pekanbaru Rp 6,6 Juta, Ini Respons Lion Air

Selain itu, Lion Air Group juga meminta maaf atas kejadian yang dialami calon penumpangnya.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh salah satu penumpang. Lion Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan (safety first)," ujar Danang Mandala Prihantoro.

"Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya pada penerbangan JT-616 sudah dipersiapkan mulai dari unit kerja pengendali operasional penerbangan, penanganan pelaporan (check-in) penumpang, unit pemberangkatan penumpang, teknisi, awak pesawat dan pesawat serta hal lainnya agar pesawat dapat diberangkatkan tepat waktu.

Pilot Lion Air Penganiaya Pegawai Hotel di Surabaya Ditahan Polisi, Berikut Kronologi Penganiayaan

Lion Air JT-616 berangkat tepat waktu pukul 10.00 WIB dan mendarat di Pangkalpinang pada 11.10 WIB. Lion Air mengoperasikan Boeing 737-800 NG registrasi PK-LKW, pesawat memiliki kapasitas 189 kursi kelas ekonomi.

"Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa tujuh awak pesawat serta 180 penumpang dewasa (adult), delapan penumpang kategori anak-anak (child) dan dua bayi (infant). Menurut data reservasi (pembukuan), penerbangan JT-616 akan membawa 181 penumpang dewasa," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, penumpang bernama Muhammad Chozin Amirullah merasa dibohongi oleh Lion Air saat dirinya hendak bertolak ke Bangka Belitung.

Pasalnya, Chozin sampai tidak bisa terbang karena kursinya telah diisi penumpang lain. Kejadian tak mengenakkan itu dibagikan Chozin pada akun Facebook miliknya. Cerita Chozin pun viral di media sosial. (Murti Ali Lingga)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Lion Air soal Penumpang yang Merasa Dikibuli"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved