Viral Video Fortuner Berpelat Pejabat Lawan Arus dan Ugal-ugalan, Ternyata Sopirnya Pelajar

Kejadian bermula saat Fortuner hitam berpelat dinas lengkap dengan rotator dan strobo melakukan iring-iringan kendaraan.

Viral Video Fortuner Berpelat Pejabat Lawan Arus dan Ugal-ugalan, Ternyata Sopirnya Pelajar
ist
Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa. 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Iring-iringan kendaraan yang menggunakan rotator, strobo, serta mobil dengan plat nomor dinas diberhentikan oleh Polres Bogor.

Setelah ditelisik pengemudi mobil dengan pelat nomor dinas itu, berstatus pelajar.

Peristiwa tersebut terjadi di Cisarua, Bogor, Sabtu (1/6/2019), pukul 10.40 WIB.

Dalam video yang viral, terlihat Toyota Fortuner warna hitam itu akhirnya diberhentikan petugas di seberang POS 5 Satlantas Polres Bogor.

Kejadian bermula saat Fortuner hitam berpelat dinas lengkap dengan rotator dan strobo melakukan iring-iringan kendaraan. 

Mobil Fortuner Plat Polisi Ugal-ugalan di Jalan, Saat Disetop Sosok Sopirnya Mengejutkan, Ternyata - Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa
Mobil Fortuner Plat Polisi Ugal-ugalan di Jalan, Saat Disetop Sosok Sopirnya Mengejutkan, Ternyata - Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa ()

Fortuner tersebut mengawal tiga mobil lain dan tidak mentaati peraturan dengan membelah contra flow.

Petugas yang mendapat informasi dari pengendara motor, bahwa ada mobil polisi yang ugal-ugalan kemudian berusaha memberhentikan mobil, namun mobil tidak mau berhenti, sampai akhirnya dilanjutkan dan berhasil diberhentikan.

VBNMM
Tampang pelajar yang ugal-ugalan didampingi seorang wanita berpakaian hitam

Guna mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kejadian ini, Kompas.com sudah mencoba menghubungi Kasat Lantas Polres Bogor AKP Muhammad Fadli Amri. SH, SIK, untuk meminta keterangan tetapi belum ada jawaban.

Secara aturan yang berlaku, warga sipil tidak diperbolehkan menggunakan pelat nomor khusus.

Seperti menggunakan pelat nomor kendaraan milik pejabat kepolisian, atau pejabat negara eselon II ke atas hingga menteri.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved