Mudik Lebaran 2019

Staf Khusus Gubernur DKI Merasa Ditipu Lion Air, Kisahnya Saat Mudik Itu Viral di Media Sosial

Ia merasa kursinya telah diisi penumpang lain. Akibatnya, Chozin tak bisa check in sehingga batal terbang memakai Lion Air.

Staf Khusus Gubernur DKI Merasa Ditipu Lion Air, Kisahnya Saat Mudik Itu Viral di Media Sosial
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA)
Ilustrasi pesawat Lion Air. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Seorang staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Muhammad Chozin Amirullah, merasa dibohongi oleh Lion Air.

Peristiwa itu terjadi saat saat Chozin hendak bertolak ke Bangka Belitung menggunakan pesawat Lion Air.

Ia merasa kursinya di pesawat Lion Air telah diisi penumpang lain. Akibatnya, Chozin tak bisa check in sehingga batal terbang memakai Lion Air

Kejadian tak mengenakkan itu dibagikan Chozin pada akun Facebook miliknya. Cerita Chozin pun viral di media sosial.

Menurutnya, kejadian bermula saat dia datang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta tanggal 2 Juni 2019 untuk keperluan check in lebih awal.

Ini mengingat antrean yang panjang menjelang Lebaran 2019. Saat Chozin sudah sampai di counter check in pada pukul 09.20 WIB, Chozin terkejut kursi maskapai yang dipilihnya sudah terisi penuh.

Petugas pun mengatakan kepadanya bahwa Chozin tidak melakukan check in secara online.

Geger Tiket Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Pekanbaru Rp 6,6 Juta, Ini Respons Lion Air

Pilot Lion Air Penganiaya Pegawai Hotel di Surabaya Ditahan Polisi, Berikut Kronologi Penganiayaan

"Kita check in belum terlambat tapi dinyatakan kursi sudah penuh karena tidak online check in. Yang lain mungkin terima begitu saja tapi saya tahu web check in itu bukan kewajiban melainkan opsional. Kalau tidak terlambat check in bisa di bandaranya," kata Muhammad Chozin Amirullah saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/6/2019).

Dari situ, Chozin beranggapan kursi yang telah dipesannya dijual ke penumpang lain karena disinyalir telat check in.

"Lalu, dia (petugas Lion Air) enggak bisa input, dia bilang kursi sudah penuh, bukan terlambat. Enggak salah kalau saya berasumsi kursi itu dijual lagi ke penumpang lain," kata Chozin.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved