Pengakuan Mengejutkan Presiden Filipina, Duterte Pernah Jadi Gay Sebelum 'Sembuh'

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan pengakuan mengejutkan bahwa dia adalah seorang gay sebelum "disembuhkan" oleh perempuan.

Pengakuan Mengejutkan Presiden Filipina, Duterte Pernah Jadi Gay Sebelum 'Sembuh'
wikipedia
Presiden Filipina Rodrigo Duterte

TRIBUNJABAR.ID, TOKYO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan pengakuan mengejutkan bahwa dia adalah seorang gay sebelum "disembuhkan" oleh perempuan.

Pengakuan presiden berjuluk The Punisher itu lontarkan ketika mengunjungi komunitas Filipina di Tokyo, Jepang, pada Kamis pekan lalu (30/5/2019).

Dikutip dari Kompas.com, diwartakan Daily Mirror Minggu (2/6/2019), Duterte memulai pidatonya dengan mengundang tiga perempuan yang berdiri di ujung ruangan untuk duduk di depan.

Kepada para perempuan, Duterte menuturkan dia mendapat informasi bahwa Senator Antonio Trillanes IV yang kerap mengkritiknya adalah seorang gay.

"Saya bertanya 'apa kau yakin?' Dia menjawab siapa pun yang melihat gerak gerik Trillanes bakal berkata dia adalah gay. Tak heran. Untunglah Trillanes dan saya sama," terangnya.

Dia mengaku "sembuh" ketika bertemu istri pertamanya, Elizabeth Zimmerman.

Presiden Filipina Duterte Diisukan Alami Gagal Jantung Lalu Dilarikan ke Rumah Sakit

Mereka menikah pada 1973 hingga dilaporkan dibatalkan 2000 silam, dan mempunyai dua orang anak.

"Saya menjadi pria lagi! Untunglah wanita cantik menyembuhkan saya. Kini saya membenci pria ganteng. Saya lebih menyukai perempuan cantik," katanya dikutip CNN.

Presiden 74 tahun yang akrab disapa Digong itu mempunyai sejarah melontarkan perkataan kontroversial dan bertolak belakang tentang komunitas LGBT.

Pada 2016, mantan Wali Kota Davao tersebut pernah menyebut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Filipina, Philip Goldberg, sebagai "gay brengsek".

Kemudian Maret setahun setelahnya, kepada komunitas Filipina di Myanmar presiden yang berkuasa sejak 2016 itu mengatakan dia menentang pernikahan sejenis.

Menurutnya, mengakui pernikahan di luar antara pria dan perempuan tidak akan diterima di Filipina, negara Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya Katolik.

Namun setelah itu, dalam konferensi LGBT di Davao City, Duterte menyatakan hak dari komunitas tersebut bakal dilindungi selama dia berkuasa.

"Tidak akan ada paksaan. Kami akan mengakui peran kalian yang begitu penting di dalam masyarakat negara ini," terang Duterte pada saat itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Duterte Mengaku Pernah Jadi Gay Sebelum "Sembuh""

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved