Fahri Berharap Pertemuan Jokowi-Prabowo untuk Selesaikan Masalah, Bukan untuk Tenangkan Masyarakat

Ia mengatakan bila pertemuan hanya untuk menenangkan masyarakat, maka tidak akan menyelesaikan masalah.

Fahri Berharap Pertemuan Jokowi-Prabowo untuk Selesaikan Masalah, Bukan untuk Tenangkan Masyarakat
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua. 

Laporan Wartawan Tribunnews ,Taufik Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak pihak meminta Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bertemu dengan Prabowo Subianto pasca Pemilu 2019.

Pertemuan digelar untuk mengendorkan tensi politik yang tinggi.

Wakil Ketua DPR berharap pertemuan tersebut digelar dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah.

Pertemuan dlrealisasikan bukan hanya untuk menenangkan hati masyarakat saja.

"Ya sebenarnya sih kalau saya ya, pemimpin itu harus tahu apa yang terjadi secara keseluruhan dan harus saling tahu di sebelah sana mau apa, sebelah sini maunya apa gitu," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (31/5/2019).

Ia mengatakan bila pertemuan hanya untuk menenangkan masyarakat, maka tidak akan menyelesaikan masalah.

Masyarakat hanya tenang untuk sementara.

"Ini dugaannya nanti menghibur terus pidato 'kami sebenarnya gak ada apa-apa, ya kan rantai sepeda saya putus, tapi rantai hati saya gak putus' ini apa begitu-begitu. Nyelesain masalah dong, apa masalahnya, jawab semua persoalan yang membuat kita sampai pada satu titik persoalan emang semuanya harus kompromi kok,"katanya.

Permasalahannya sekarang menurut Fahri, adalah niatan dari kedua belah pihak untuk rekonsiliasi secara total.

Karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah rekonsiliasi total.

Bila kedua belah pihak negarawan maka,rekonsiliasi total bisa terwujud.

"Rekonsiliasi total atau benturan terus menerus tidak ada henti. terserah kalau kita mau ngomong soal rekonsiliasi total semua unek-unek semua problemnya itu harus diserap oleh pemimpin diletakan diatas meja dan diselesaikan,"pungkasnya.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved