Begal Sadis Dibekuk Polisi, Sehari Bisa Beraksi 6 Kali

Selain tak segan membacok korbannya menggunakan celurit dan parang, Hery Purnomo mengatakan per harinya pelaku dapat beraksi hingga enam kali

Begal Sadis Dibekuk Polisi, Sehari Bisa Beraksi 6 Kali
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Empat tersangka begal handphone di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komplotan begal telepon genggam atau handphone berhasil diringkus jajaran Polres Jakarta Timur.

Para pelaku yang ditangkap yakni Dimas Adibiya (20), Andrea Kristian (23), Arkanil Maarifi (19), dan AAT (14).

Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, terbilang lihai dan sadis saat beraksi meski masih berusia muda.

Selain tak segan membacok korbannya menggunakan celurit dan parang, Hery Purnomo mengatakan per harinya pelaku dapat beraksi hingga enam kali.

"Mereka dalam sehari bisa enam kali beraksi di enam lokasi berbeda. Jadi mereka keliling di permukiman. Kalau melihat warga sedang sendiri main handphone langsung beraksi," kata Hery di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).

Setelah berhasil menggasak handphone korbannya, keempat tersangka menjual handphone rampasannya ke secara online dengan harga bervariasi.

Uang hasil penjualan handphone tersebut mereka bagi rata dan digunakan untuk keperluan nongkrong dan biaya hidup tersangka yang dua di antaranya bekerja sebagai tukang parkir.

"Handphone-handphone hasil rampasan mereka jual secara online. Kesehariannya mereka ada yang pengangguran dan bekerja sebagai juru parkir," ujarnya.

Dari keempat tersangka, penyidik Satreskrim Polres Jakarta Timur mengamankan satu bilah celurit serta parang yang digunakan pelaku mengancam dan melukai korbannya.

Sejumlah pakaian, celana dan dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi dan tersorot CCTV ikut dijadikan barang bukti dalam menetapkan tersangka.

"Dua aksi mereka yang sempat viral di media sosial itu korbannya kena luka bacok. Satu di wilayah Lubang Buaya, korbannya pegawai toko kosmetik. Satu di Condet, korban lagi menunggu ojek online," tuturnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya keempat tersangka dijerat pasal 365 ayat 1, 2 ke 2e, dan ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved