Pembangunannya Belum Selesai, Proyek Tol Cisumdawu Sudah Jadi Sasaran Vandalisme

Aksi vandalisme terjadi pada salah satu tiang jembatan penyeberangan yang berada di tengah jalan di Proyek Tol Cisumdawu, Sumedang

Pembangunannya Belum Selesai, Proyek Tol Cisumdawu Sudah Jadi Sasaran Vandalisme
Tribun Jabar/Seli Andina
Aksi vandalisme terjadi pada salah satu tiang jembatan penyeberangan yang berada di tengah jalan di Proyek Tol Cisumdawu di wilayah Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Foto diambil pada Kamis (30/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Pembangunannya belum selesai, proyek Tol Cisumdawu justru sudah jadi sasaran vandalisme.

Aksi vandalisme terjadi pada salah satu tiang jembatan penyeberangan yang berada di tengah jalan di Proyek Tol Cisumdawu di wilayah Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Menurut pantauan Tribun Jabar, Kamis (30/5/2019), tiang jembatan penyeberangan tersebut nampak penuh dengan coretan tak jelas.

Coretannya tumpang tindih dan berwarna hitam, mulai dari tulisan tak jelas, nama orang, gambar kepala, gambar tangan mengacungkan jari tengah hingga gambar-gambar kotor dan tak pantas.

Ade (25), warga Citali, mengatakan, anak-anak muda melakukan aksi iseng dan tidak terpuji tersebut.

Pemudik Bisa Jajal Tol Cisumdawu Mulai Hari Ini, Nih Jalur yang Bisa Dilalui, Lewat Terowongan

Kondisi Jalur Alternatif Rancakalong Dekat Tol Cisumdawu, Ada Jalur Hot Wheels & Banyak Kelokan

"Iya suka ada yang corat-coret, ada yang pakai batu ada yang pakai piloks, tapi tidak tahu anak mana, soalnya yang suka main ke tol kan dari mana-mana," ujar Ade.

Ade pun menyayangkan aksi tidak terpuji tersebut. Menurutnya, aksi vandalisme tersebut merupakan bentuk aksi tak bertanggung jawab yang tak seharusnya dibiarkan.

"Harus digeunggereuhkeun (ditegur), dihukum push-up mungkin biar pada kapok," ujarnya.

Penggalan proyek Tol Cisumdawu di Desa Citali sendiri dinilai dapat digunakan sebagai jalur alternatif bagi pemudik yang ke Sumedang-Cirebon.

Jalur tersebut bisa digunakan bila daerah Cadas Pangeran mengalami penumpukan kendaraan atau kemacetan.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved