Jumlah Penjualan Sarung Menurun, Pengusaha Minta Permendag Nomor 64 Tahun 2017 Soal Impor Dihapus

Pengusaha sarung Majalaya mengeluhkan penurunan penjualan sarung jelang Lebaran tahun 2019. Penurunan penjualan sangat drastis dibandingkan tahun sebe

Jumlah Penjualan Sarung Menurun, Pengusaha Minta Permendag Nomor 64 Tahun 2017 Soal Impor Dihapus
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Ilustrasi karyawan perusahaan produsen sarung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, MAJALAYA - Pengusaha sarung Majalaya mengeluhkan penurunan penjualan sarung jelang Lebaran tahun 2019. Penurunan penjualan sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut dirasakan pengusaha sarung Majalaya Aep Hendar Cahyadi pemilik perusahaan sarung CV Setia Tunggal Textile di Jalan Sukamanah, Desa Sukamanah, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.

"Penjualan sarung lebaran tahun ini kurang bagus, sangat memprihatinkan. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, baru tahun ini penjualan sarung kurang bagus," kata Aep di Majalaya, Kamis (30/5/2019).

Satpam yang Mengaku Imah Mahdi dan Punya 100 Pengikut Akhirnya Tobat, Begini Ceritanya

Menurut pantauan Tribun Jabar, saat berkunjung ke pabriknya, stok kain untuk bahan baku sarung dan sarung siap jual tampak masih banyak menumpuk di gudang miliknya.

"Sangat turun, biasanya kan kalau mau lebaran kenaikan bisa mencapai 300 persen naiknya, sekarang penjualan seperti bulan-bulan biasa penjualannya," ujarnya.

Hal ini disebabkan oleh, produk sarung dan bahan kain dari luar negeri mempengaruhi penjualan sarung yang diproduksi secara lokal. Padahal menjelang lebaran seperti ini, biasanya karyawan selalu kewalahan dalam produksi.

"Kami terbentur dengan produk-produk impor yang masuk ke negara kita dengan mudahnya," ujarnya.

Sandiaga Uno Lebaran Idul Fitri di Amerika, Prabowo Subianto Lebaran di Mana? Bocorannya di Kota Ini

Meski tidak menyebutkan angka kenaikan atau penurunan sarung yang diproduksi olehnya. Namun, Aep mengklaim tahun ini penjualan sarung menurun drastis.

Menurutnya, Peraturan Kementrian Perdagangan (Pemendag) Nomor 64 Tahun 2017 yang membuat industri menjerit. Aturan ini memudahkan barang impor masuk ke dalam negeri.

"Ini yang jadi masalah besar buat para pelaku usaha dengan keluarnya peraturan tersebut sangat menyiksa sekali buat para pelaku usaha, karena barang impor dengan mudahnya masuk, mau bahan jadi mau bahan baku sangat berdampak sekali bagi kita," jelasnya.

"Harapan kita untuk peraturan tersebut mohon diperbaiki, kalau bisa dihapuskan supaya melindungi para pengusaha lokal," katanya.

Tidak Akan Ada Operasi Yustisi bagi Para Pendatang Baru di Jakarta, Ini Ditegaskan Anies Baswedan

H-6 Lebaran Pantura Cirebon Padat, Polres Cirebon Siagakan 200 Personel Tim Urai

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved