UPDATE Kasus Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Saksi Tak Bisa Pastikan Perusakan Barang Bukti

Empat saksi dalam kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, tidak bisa memastikan perusakan barang bukti di Kantor PT Liga Indonesia.

UPDATE Kasus Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono, Saksi Tak Bisa Pastikan Perusakan Barang Bukti
Tribunnews/Abdul Majid
Eks-Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang perdana kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Empat saksi dalam kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, tidak bisa memastikan perusakan barang bukti di Kantor PT Liga Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh anggota tim penasehat hukum Joko Driyono, Mustofa Abidin, seusai sidang lanjutan kliennya, soal dugaan pengaturan skor, di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Empat saksi itu adalah Pudjo Prasetyo, I Gusti Ngurah Putu Kresna, Riyanto Sulistya, dan Franciscus Manalu, dari Satgas Antimafia Bola.

Ada tiga saksi umum juga yang turut hadir yakni Muhammad Mardani Morgot (sopir Joko Driyono), Muhammad Tri Mursalim selaku office boy apartemen Rasuna Office Park, dan Mus Mulyadi yang merupakan office boy PT Liga Indonesia (LI).

Kabar Terbaru Sidang Joko Driyono, Tak Akui Perintahkan Hancurkan Barang Bukti dan Amankan CCTV

Dalam persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar para saksi soal temuan dokumen hancur yang ditemukan Satgas Antimafia Bola.

"Sampai di tempat, saudara Pujo yang mengecek bagian pantry ada sampah-sampah yang dikira robekan kertas menggunakan mesin penghancur kertas," kata seorang saksi Satgas Antimafia Bola, I Gusti Ngurah Putu Kresna, dari rilis yang dilansir dari BolaSport.com.

"Kenapa kami tahu? Karena di Polda pun kami sering melakukan penghancuran kertas," ujarnya menambahkan.

Sementara Muhammad Tri Mursalim mengklaim bahwa tindakan pengrusakan dokumen yang dituduhkan sebagai upaya penghilangan barang bukti, dilakukannya bukan atas perintah Joko Driyono.

"Saya melakukan itu (penghancuran dokumen) 30 pada Januari. Bukan perintah dari Pak Joko, tapi diminta oleh staff Persija. Saya sudah biasa melakukan itu, jadi tidak bertanya hanya disuruh saja," kata Muhammad Tri Mursalim.

PSSI Evaluasi Tujuh Wasit Liga 1, Terima Laporan dari Beberapa Klub

Mustofa Abidin pun mengaku gembira dengan terungkapnya fakta-fakta baru di persidangan kemarin karena bisa meringankan kliennya.

"Semua dalam fakta persidangan itu menjadi terbantahkan. Terungkap dengan jelas tadi, bahwa klien kami, Pak Joko jelas mengatakan kepada Dani, jangan sampai menyentuh barang apapun di ruang Komdis PSSI yang kebetulan menempati salah satu ruangan di kantor PT Liga Indonesia," kata Mustofa Abidin.

"Itu dengan gamblang menjelaskan bahwa, Dani memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang pribadi Joko Driyono yang berada di ruangan pribadinya. Terungkap juga, Dani sama sekali tidak memasuki ruang Komdis PSSI yang menjadi geledah oleh Satgas," ucapnya.

"Jadi menurut penilaian saya, insting polisi itu kan memang mengedepankan antisipasi, ibarat ada ancaman bom di suatu lokasi dengan ditemukannya satu bungkusan misalnya, maka yang disisir bisa sampai radius satu kilometer."

"Perkara nanti setelah dibuka bungkusan isinya makanan, ya itu nanti. Kira-kira seperti itulah gambaran perkara ini," katanya lagi.

Sebelumnya, Joko Driyono didakwa dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 363, Pasal 236, Pasal 235, Pasal 232 dan Pasal 221 KUHP. (BolaSport.com/Muhammad Robbani)

Joko Driyono Terancam 7 Tahun Penjara Terkait Kasus Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Komdis PSSI Hukum Boaz Solossa 2 Pertandingan, Tendang Pemain Persela, Empat Tim Kena Denda

Editor: Theofilus Richard
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved