Tersangka Penyebar Berita Hoaks Dodi Suardi Berprofesi Dokter, Belum Ada yang Ajukan Penangguhan

Dokter spesialis obgyn Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dodi Suardi, yang ditetapkan tersangka ujaran kebencian oleh Ditreskrimsus Polda Jabar, saat

Tersangka Penyebar Berita Hoaks Dodi Suardi Berprofesi Dokter, Belum Ada yang Ajukan Penangguhan
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Dodi Suardi, dokter sebuah rumah sakit ternama di Kota Bandung yang ditangkap karena menyebar hoaks terkait kerusuhan di Jakarta pada aksi 22 mei 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Dokter spesialis obgyn Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dodi Suardi, yang ditetapkan tersangka ujaran kebencian oleh Ditreskrimsus Polda Jabar, saat ini masih ditahan di Mapolda Jabar.

"Yang bersangkutan masih ditahan di Mapolda Jabar," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, via ponselnya, Rabu (29/5/2019).

Penyidik menjerat pria dengan latar belakang pendidikan S3 itu dengan Pasal 14 ayat 1, Pasal 15 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUH Pidana.

"Ditahan karena menurut penyidik, ancaman hukuman dari pasal yang disangkakan di atas lima tahun," ujarnya.

VIDEO Dokter RSHS Dodi Suardi Ditangkap Karena Sebar Hoaks, Dirut RSHS Tanggapi Begini

Pada 26 Mei 2019, Dodi Suardi mengunggah kalimat di akun Facebook pribadinya.

Belakangan, postingan di Facebook pribadinya itu disebut bernada ujaran kebencian. Unggahannya yakni:

"Malam ini Allah memanggil hamba-hamba yang di kasihinya. Seorang remaja tanggung,menggenakan ikat pinggang berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah. Saat diletakkan distetcher ambulans, tidak ada respon, nadi oun tidak teraba. Tim medis segera melakukan resusitasi. Kondisi sudah sangat berat hingga anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim medis yang menolong tidak kuasa menahan air mata. Kematian anak selalu menyisakan trauma. Tak terbayang perasaan orangtuannya. Korban tembak polisi seorang remaja 14 tahun tewas,"

Atas postingan itu, Dodi Suardi meminta maaf pada postingan di tanggal 26 Mei.

Namun, polisi tetap memproses perbuatan Dodi Suardi.‎ Terkait profesinya yang berkaitan dengan kepentingan publik, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan sejauh ini belum ada yang mengajukan penangguhan penahanan.

"Belum ada yang ajukan penangguhan penahanan," ujarnya.

Dokter RSHS Dodi Suardi Ditangkap Karena Sebar Hoaks, Dirut RSHS Tanggapi Begini

Ketua RT Kaget Dodi Suardi Tertangkap, Sebut Kesehariannya Baik dan Kerap Menyumbang

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved