PDAM Tirtawening Ingatkan Warga Tutup Keran Air Sebelum Mudik Lebaran 2019

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengingatkan warga agar tutup keran air sebelum meninggalkan rumah saat mudik Lebaran 2019

Tribun Jabar/Tiah SM
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi di acara Bandung Menjawab, di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengingatkan warga agar memastikan keran air sudah tertutup sebelum meninggalkan rumah saat mudik Lebaran 2019.

"Sebelum pergi mudik, pastikan semua keran sudah tertutup dengan baik, agar air tidak mubazir," ujar Sonny Salimi, Rabu (29/5/2019).

Pasalnya, jika keran dibiarkan terbuka saat pemilik rumah pergi mudik, tagihan air akan membengkak tetapi air terbuang percuma.

"Kalau tagihan rekening air membengkak, (pelanggan) protes merasa tidak pakai padahal air terbuang karena keran tak ditutup selama mudik," ujar Sonny Salimi.

Disinggung mengenai penggunaan air selama puasa, Sonny mengatakan tidak ada peningkatan tapi hanya ada pergeseran penggunaan air.

"Yang biasanya siang hari merupakan jam sibuk, sekarang bergeser ke sore dan subuh," kata Sonny Salimi.

Sonny Salimi Sebut Kualitas Air PDAM Tirtawening Selalu Baik

Selama Arus Mudik, PDAM Tirta Raharja Beri Bantuan Air Bersih untuk Pemudik di Rancaekek dan Nagreg

Ia menjamin, pasokan air sampai Lebaran 2019 cukup tersedia karena curah hujan masih tinggi.

Walau air cukup tersedia, ucapnya, pelanggan tetap harus memiliki bak penampungan air untuk berjaga-jaga jika terjadi pipa bocor yang bisa menghambat distribusi air.

"Kalau mereka menyimpan air di bak penyimpanan, ketika ada pipa bocor, maka mereka masih punya stok air," ujar Sonny.

Untuk menjaga distribusi air tetap lancar dan sebagai antisipasi pipa bocor selama libur Lebaran 2019, Sonny mengatakan para direksi ada giliran piket.

"Jika ada kejadian darurat, mereka bisa mengambil tindakan sesuai yang dibutuhkan," ujarnya.

Menurut Sonny Salimi, kebocoran atau pecah pipa bisa saja terjadi saat libur panjang.  Itu sebagai dampak warga menutup keran di rumah tapi air tetap terdistribusi.

Hal itu bisa memungkinkan terjadi sumbatan, yang mengakibatkan pecah pipa. 

Penulis: Tiah SM
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved