Kecanduan Main Game Masuk Kategori Gangguan Mental, Keputusan WHO Ini Tuai Pro-Kontra

Badan Kesehatan Dunia, WHO, resmi mengkategorikan kecanduan bermain game sebagai gangguan mental.

Kecanduan Main Game Masuk Kategori Gangguan Mental, Keputusan WHO Ini Tuai Pro-Kontra
imagui.eu
Ilustrasi main game menggunakan smartphone. Badan Kesehatan Dunia, WHO, resmi mengkategorikan kecanduan bermain game sebagai gangguan mental. 

TRIBUNJABAR.ID- Badan Kesehatan Dunia, WHO, resmi mengkategorikan kecanduan bermain game sebagai gangguan mental.

Keputusan WHO tersebut dituangkan dalam International Classification of Diseases edisi terbaru atau ICD-11.

Menurut WHO, gangguan bermain game dimasukkan sebagai salah satu kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis secara medis.

Penetapan tersebut gangguan atau kecanduan game harus didiagnosis dengan penuh kehati-hatian.

Seseorang yang selalu bermain game tidak bisa serta merta dianggap telah kecanduan.

Gangguan ini baru terjadi ketika kebiasaan bermain game mengganggu kehidupan mereka.

Waspada! Puluhan Orang di Kendari Alami Gangguan Mental Gara-gara Konsumsi Obat ini

Anak 13 Tahun Kecanduan Game, Keasyikan Main 48 Jam hingga Disuapi Makan oleh Sang Ibu

 Dalam ICD-11, WHO menulis bahwa gangguan bermain video game adalah “pola bermain game yang terus-terusan atau berulang” di mana orang tersebut kehilangan kontrol akan perilakunya.

Seseorang yang mengalami gangguan ini menjadikan bermain game sebagai prioritas di atas aktivitas lainnya dan terus bermain meski mengalami konsekuensi negatif semisal kerusakan hubungan dengan keluarga, hubungan sosial, pekerjaan dan lainnya.

Gejala ini harus dialami setidaknya selama setahun sebelum seseorang dapat didiagnosis mengalami gangguan bermain game; sehingga menurut Dr Shekhar Saxena yang merupakan pakar kesehatan mental untuk WHO, hanya sedikit orang yang bermain video game dapat didiganosis mengalami kecanduan.

Pro dan kontra Keputusan WHO ini jelas menimbulkan reaksi pro dan kontra dari para ahli.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved