Polda Jabar Sayangkan Unggahan Dokter Dodi Suardi di Facebook: Kalau Ada Berita Tidak Benar, Saring

Polisi menyayangkan perbuatan Dodi Suardi, dokter spesialis di rumah sakit ternama di Kota Bandung yang mengunggah konten ujaran kebencian di Facebook

Polda Jabar Sayangkan Unggahan Dokter Dodi Suardi di Facebook: Kalau Ada Berita Tidak Benar, Saring
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Dodi Suardi, dokter sebuah rumah sakit ternama di Kota Bandung yang ditangkap karena menyebar hoaks terkait kerusuhan di Jakarta pada aksi 22 mei 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG-‎ Polisi menyayangkan perbuatan Dodi Suardi, dokter spesialis di rumah sakit ternama di Kota Bandung yang mengunggah konten mengandung unsur ujaran kebencian di Facebook miliknya, terkait kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta.

Dodi ditangkap pada Senin (27/5/2019) malam di Kota Bandung. Kini, ia jadi tahanan Polda Jabar setelah dijerat Pasal 14 ayat 1, Pasal 15 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUH Pidana.

"Kami sangat menyayangkan beliau ini seorang dokter dan dosen, seharusnya membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan penyejukan pemahaman pada masyarakat terkait penggunan media sosial," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi di Mapolda Jabar, Selasa (28/5/2019).

Pantauan Tribun di akun Facebook miliknya, postingan‎ yang dinilai ujaran kebencian sudah dihapus namun sempat diamankan oleh polisi sebagai barang bukti. postingannya yakni :

"Malam ini Allah memanggil hamba-hamba yang di kasihinya. Seorang remaja tanggung,menggenakan ikat pinggang berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah. Saat diletakkan distetcher ambulans, tidak ada respon, nadi oun tidak teraba. Tim medis segera melakukan resusitasi. Kondisi sudah sangat berat hingga anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim medis yang menolong tidak kuasa menahan air mata. Kematian anak selalu menyisakan trauma. Tak terbayang perasaan orangtuannya. Korban tembak polisi seorang remaja 14 tahun tewas"

"Seharusnya kalau ada berita tidak benar, saring dulu. Jangan mudah menyebar konten informasi digital tanpa dipastikan kebenarannya. Kalau informasinya hoax, akan menimbulkan kebencian dan amarah," ujar Samudi.

Dokter dari RS Terkenal di Bandung Diciduk Polisi, Gara-gara Unggah Soal Kasus 22 Mei di Facebook

BREAKING NEWS: Dokter di RS Budi Kemuliaan Jakarta Sebut Ada Korban Tewas dengan Luka Tembak

Atas postingan itu, Dodi meminta maaf pada postingan di tanggal 26 Mei. Polisi tetap memproses perbuatan Dodi Suardi yang berlatar belakang pendidikan S3.‎ Postingannya diunggah menggunakan ponsel pribadinya.

"‎Yang bersangkutan orang berpendidikan, seharusnya memberi edukasi pada masyarakat dan menggunakan ponselnya dengan bijak," kata Samudi.

Dodi Suardi mengakui memposting informasi tersebut di akun Facebooknya namun konten yang ia  unggah bukan bersumber dari dia.

"Saya posting itu hasil copy paste dari grup yang sedang berdiskusi, bagaimana caranya menetralisir dan ada rujukan dari konten media sosial lainya," ujar Dodi.

Di akun Facebooknya, Dodi Suardi mencantumkan bekerja di RS Hasan Sadikin Bandung, RS AMC dan Medical Doctor. Ia lulusan Fakultas Kedokteran Unpad.

"Saya tidak bisa mengira bisa sampai seperti ini karena pada dasarnya, postingan saya cuma bahan diskusi," kata Dodi Suardi.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved